Ketegangan gas LPG 3kg

Kamis, Januari 16, 2014


''Sore tadi sekitar pukul 17.15 WIB, hampir terjadi peristiwa yang sama dengan kecelakaan di perlintasan kereta api Pondok Betung, Bintaro. Peristiwa menegangkan ini terjadi di perlintasan kereta api stasiun Sudimara Jombang, Ciputat''
 
Rute pulang kerja gue emang selalu lewatin stasiun Sudimara tidak terkecuali juga melewati perlintasannya dan pasar Jombang, Ciputat. Sore tadi perjalanan gue pulang kerja macet banget, ya gak banget-banget si sebenernya. Tepat di perlintasan kereta api, gue denger suara orang ribut-ribut. Nah loh apa tuh? karna penasaran gue berusaha majuin motor gue kedepan. Alangkah terkejutnya ternyata yang gue dapati mobil truk pertamina pengangkut gas LPG 3kg mogok di tengah rel.
Gue, supir angkot, pengguna kendaraan, pengguna jalan, petugas penjaga palang pintu, tukang ojek, tukang es kelapa, tukang gorengan, ibu-ibu warteg, anak kecil lari-larian, gembel, copet, anak punk.

Semuanya panik

"woi majuu majuuuu!!" teriak salah seorang di belakang mobil pertamina yang mogok.

Situasi masih panik.

Akhirnya mobil pertamina kembali normal dan kembali melaju. Situasi kembali aman. Semuanya lega.
Gak sampe 1 meter mobil pertamina melaju tiba-tiba 'glumpang-glumpang-glumpang' itu bukan kuda lumping ya tapi TABUNG GAS LPG 3KG BERJATUHAN dari mobil pertamina yang tadi. Dunia kembali gonjang-ganjing.

"woooiii berentiii gasnya jatoooohhh!!" teriak salah seorang di belakang mobil pertamina.

"wooiii bang gasnya jatooohhhh!!!" teriak salah seorang dari arah berlawanan.

Si abang supir ini planga-plongo. Akhirnya dia nyadar kalo tabung gas lpg-nya jatoh. Situasi masih panik. Orang-orang menyuruh si abang supir untuk turun dulu mungutin tabung gasnya yang jatoh, dan beberapa orang lainnya menyuruh si supir supaya sampai kesebrang terlebih dahulu. sempat sesaat terhenti akhirnya si supir memilih untuk menepi terlebih dahulu.

Keteganganpun dimulai.

''TEETT..TOOOOTTT..TEEEET...TOOOOOT...TTEEEEEETTT...TOOOOOTTT''
Lampu disco peringatan kereta api berbunyi. "woyyyy cepetaaaaannn!!!!!" semuanya panik tingkat Perang Dunia 1. Si abang supir langsung tancap gas dan memilih untuk menepi terlebih dahulu. Ketegangan masih berlanjut. Kali ini panik tingkat Perang Dunia-2, tabung gas yang unyu itu masih bergeletak di tengah rel. Jumlah tabung kira-kira 10 biji. semuanya jadi super panik. Bunyi peringatan palang pintu sudah seperti backsound horror yang mewarnai kepanikan kita.

"woiii gasnya ambiiiilll !!!" teriak seseorang memberi komando. Gue yang sudah sampai kesebrang menstandartkan motor gue dan turun. Gue buru-buru nyalain kamera di handphone. Gue yang niat awalnya emang bener-bener pengen motret jadi ragu gara-gara gue ngeliat tampang tukang gorengan yang dimana kalo gue beneran motoin gas bukannya bantuin ngangkutin, gue bakal di teriakkin gini "woii begooo lo bukannya bantuin mungutin gas malah moto-moto goblok lu yaa !"  akhirnya niat motoin gas di tengah rel gue urungkan dan menyuruh bocah yang deket gue buat mungutin tuh gas. Alhamdulillah gasnya juga sudah sampai ketepi dan semuanya selamat.