Rabu, 25 Juni 2014

Bersama Akicha


Jadi ceritanya semalam gue mimpiin Aki Takajo. Padahal sebelum tidur gue gak ngebayangin dia hehe. Aneh. Aki Takajo siapa? Aki Takajo adalah member AKB48 yang juga sempat menjadi member JKT48. Di mimpi, gue dan Aki satu tempat kerjaan. Ceritanya si Aki ini adalah seorang Eksekutif Muda dari Jepang yang sedang di tugaskan bekerja di kantor cabang yang ada di Indonesia. Di kantor Aki sangat canggung, mungkin karena bahasa yang jadi kendala. Pertemuan pertama gue dengan Aki, ketika gue menyerahkan berkas laporan ke ruangan yang ada di lantai 3. Di dalam ruangan, mata gue tertuju pada seorang cewek yang sedang ling-lung kebingungan memegang beberapa lembar kertas yang berisi laporan perusahaan. "Mba itu siapa ya ?" gue bertanya pada senior yang ada di ruangan. "ihh ituloh dia dari jepang, lagi di tugasin disini" jawab si Mba, bisik-bisik.

Karena penasaran, gue menghampiri dia. "Hajimemashite" sapa gue dalam bahasa Jepang. "Watashiwa Salam desu. Yoroshiku Onegai Shimazu" yang artinya: Salam Kenal, Nama saya Salam. Senang bertemu dengan anda. Sebelum gue menyapa dia, gue translate kalimat barusan menggunakan Google Translate.

"Hajimemashite,watashiwa Akicha desu. Yoroshiku Onegai Shimazu" balasnya, sambil tersenyum. Kitapun bersalaman. "ehh siapa??" gue kurang jelas mendengar apa yang dia katakan, bukan karena gue budek ya, tapi dia ngomongnya kecepetan. "A...ki...cha" Katanya, mengeja. "Aki...cha" gue mengikuti pelan-pelan. "Akicha!" tegasnya. "ohh akicha!" gue mulai mengerti. "ya Akicha!" katanya, sambil tersenyum manis. Gue terpesona. "ehm.. gomen.." senyum dia, mencoba melepaskan tangan yang sedang bersalaman dengan gue. "ehh.. sory! sory! gomen!!" gue langsung melepas salaman. Gileh, saking terpesonanya, gue ampe gak sadar salaman belum dilepas-lepas hehehe.

Karena bingung mau komunikasi seperti apa, Kitapun bercakap-cakap menggunakan Google Translate di komputernya Akicha. Cara berkomunikasi yang unik + ribet, karena harus ganti-gantian ngetiknya. Point dari percakapan gue dan Akicha menggunakan Google Translate adalah, besok gue bakal bawain kamus bahasa Indonesia - Jepang.

Keesokan harinya, gue menghampiri Akicha di ruangannya. "Ohayo Gozaimasu!" sapa gue, bersemangat. "Ohayo Salam-san!" balas Akicha, tidak lupa dengan senyumnya yang bikin gue meleleh. "aku bawa sesuatu buat kamu" kata gue, gue bingung bahasa Jepangnya apa, jadi gue pake bahasa Indonesia aja, biar gak ribet. Akicha terlihat bingung. "Taraaaa!!!" kejut gue, mengeluarkan sebuah buku kamus bahasa Indonesia - Jepang. "wahhhh!" Akicha terkesima, dan langsung membolak-balikkan kamus tersebut. Kemudian dia membungkuk "Arigato Salam-san!". "yaudah nanti kita istirahat ketemu di kantin ya" kata gue, sambil melirik arloji. "hahh?" Akicha bingung dan tidak mengerti apa yang gue ucapkan. "huhh ribet juga" gue mengambil alih komputer Akicha dan membuka Google traslate, kemudian mengetik apa yang gue ucapkan sebelumnya.

Jam Istirahat tiba, gue ke kantin. Di kantin gue melihat Akicha sedang duduk sendirian sambil membaca kamus yang gue berikan tadi pagi. "Akicha!!" sapa gue. "Hallo Salam-san" balasnya "selamat...si..ang!". Wow, Akicha mengucapkan selamat siang. "wah asik nih udah mulai belajar bahasa indonesia" kata gue sambil memilin-milinkan sedotan. "emmhh" Akicha mendelik kamus dan membolak-balikkan halaman dengan serius. "terima..kasih" katanya dengan terbata-bata. "sama-sama" jawab gue sambil tersenyum, abis itu gue tertawa terbahak-bahak, abis lucu banget. Akicha jadi bete ngeliat gue ngetawain dia, diapun nyubit gue. "awww!! sakitt" gue ngelus-ngelus tangan bekas cubitannya dia. Setelah memesan, Akhirnya makanan kita datang juga. "itadakimasss!!" gue bersiap menyantap. itadakimass artinya selamat makan. "salah.. tapi.. selamat.. ma..kan" Akicha membenarkan dalam bahasa Indonesia, sambil terbata-bata. Ucapan dia yang terakhir membuat kita berdua jadi bengong. kemudian ketawa lagi hahahaha. Dan kamipun makan siang.

Ketika Malam minggu, gue bertamu ke apartemennya Akicha. Sebelumnya gue ngasih tau ke Akicha, kalo malam minggu itu adalah malam yang istimewa untuk masyarakat Indonesia, karena di malam minggu kita bisa puas-puasin mau ngapain aja, karena besoknya adalah weekend. Gue ke rumah Akicha membawa banyak mainan, ada ular tangga, kartu gambaran, gundu, sampai bola bekel gue bawa. Gak tau kenapa, gue pengen nostalgia aja ama nih mainan. Ternyata Akicha cepet ngerti dan cepet bisa, dia jago banget main gambaran. Jago nepoknya, gue ampe kalah mulu. Main ular tangga aja dia jago banget. Tanpa sadar hari sudah larut malam dan gue udah ngantuk-ngantukan. "udah ya stop, aku mau pulang" gue bangkit. "chottomate(tunggu) Salam-san!" Akicha menahan gue. Saking ngantuknya, gue jalan sempoyongan ke pintu. Ketika membuka kenop pintu, tangan gue kepleset dan gue jatuh. "Salam-san!" jerit Akicha. Akicha menghampiri dan mebopong gue ke tempat tidur. Dia merebahkan gue, kemudian menyelimuti gue dengan selimut. Dan guepun ketiduran di rumah Akicha.

Bangun-bangun, gue ada di tempat tidur gue. Gue bengong sebentar. "Akicha, mana Akicha" ucap gue dalam hati. Ternyata kebersamaan gue dengan Akicha hanyalah mimpi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di www.salaminzaghi.com