Kamis, 11 Desember 2014

20

Pagi ini aku dikejutkan 'sesuatu' oleh ibu dan adikku. Ya, hari ini 11 Desember aku berulang tahun. "Eh, eh sekarang aja." bisik Ibu pada adikku. "Iiihh entar duluuu." adikku tampak sedikit kesulitan. Aku menguping percakapan mereka sembari pura-pura tidur. Sebenarnya aku sudah bangun pukul empat tiga puluh menit, entah kenapa hari ini aku bangun lebih cepat, padahal biasanya aku bangun pada pukul lima lewat.

"Eh, eh, Aisyah mana?" tanya ibuku. Aisyah adalah keponakanku yang tinggal di samping rumah.
"Belum bangun kaliii"
"Bangunin dong!"
"Ih, pintunya masih ketutup"
"Yaudah sekarang aja nih"
"Ok!"

Aku mendengar langkah mereka mendekatiku, dan... "HAPPY BIRTHDAY TO YOU!!! HAPPY BIRTHDAY TO YOU!!! HAPPY BIRTHDAY! HAPPY BIRTHDAY! HAPPY BIRTHDAY TO YOUUU!!!!" seru mereka menyanyikan Happy Birhday sambil membawa kue ulang tahun dengan lilin yang terbakar berangka 20 yang menancap pada kuenya. ibu menarik tanganku agar cepat bangun. Aku tersipu malu dan kembali tidur sambil memeluk bantal. "Ehh ini tiup duluuu, cepetan!" ibu kembali menarik tanganku, kali ini tarikannya lebih kuat sehingga membuat pergelangan tanganku sedikit sakit. Akupun meniupnya.

Aku sangat berterimakasih sekaligus bersyukur kepada Allah, karena masih ada yang sayang dan peduli kepadaku. Bohong kalau aku bilang tak mengharapkan diberi kejutan di hari ulang tahun. Tapi disisi lain aku juga tak ingin merepotkan orang lain, apalagi keluargaku.

Aku sangat terharu.


Nah, sekarang usiaku menginjak umur 20. Sudah banyak kisah yang menghantam dirikku, mulai dari manisnya gula sampai asemnya ketek tukang bubur. Kini cara pandangku memandang dunia jadi berubah. Yang awalnya gitu-gitu aja, sekarang harus benar-benar punya tujuan. Aku jadi kembali mengingat ketika dirumah aku berbuat konyol seperti joget-joget di depan tv atau menonton kartun seharian, ibuku selalu mengomeliku dan  bilang "Kamu tuh udah gede tapi kelakuannya kayak bocah". Aku tidak mempedulikan apa yang barusan beliau katakan, aku tetap pada tingkahku. Namun, sekarang aku jadi memikirkan apa maksud ucapan Ibuku waktu itu. Aku terdiam dalam introspeksi.

Aku sadar bahwa aku harus berubah. Berubah dari diriku yang buruk menjadi baik. Dari yang baik ke yang lebih baik. Memaafkan dan berdamai dengan diriku di masa lalu adalah langkah baik untukku memulainya. Kemudian berjalan dan percaya dengan diri sendiri adalah salah satu caraku menyikapi semuanya. Berlapang dada dan berusaha mengambil hikmah dari semua kejadian yang akan membuatku tumbuh menjadi pria yang benar-benar dewasa.

6 komentar:

  1. Selamat ulang tahun walaupun telat!

    BalasHapus
  2. Wah, selamat ulang tahun walaupun telat. Moga diumur ke-20 makin berkah. Hehe :))

    BalasHapus
  3. Selamat ulang tahun ke 20 ya. Gapapa kan telat 6 hari? Heheh.
    Udah ga jadi teenager lagi, harus berpikir dewasa (kayak gue udah berpikir dewasa aja).

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung di www.salaminzaghi.com