She Is The Calculus Expert

Kamis, Desember 18, 2014
She Is The Calculus Expert, anime girl genius

Aku tidak mengerti sebenarnya apa yang sedang aku rasakan. Berapa kali aku memikirkannya seperti aku ingin sekali melupakannya. Kenapa dia selalu hinggap di pikiranku. Ya. Setelah melewati waktu yang panjang, aku berhasil mendapatkan nomor teleponnya. Hari itu aku masih ingat, tanggal dua desember. Ketika aku selesai sholat zuhur di masjid kampus yang berada di lantai enam, aku hendak menuju ruangan tempat laptop dan teman-temanku berada. Saat itu kami sedang giatnya mengerjakan tugas bersama. Ketika sedang melewati koridor dan beberapa kelas. Mataku terpaku oleh salah satu kelas yang berada disebelah kanan sepanjang koridor. Aku tidak mengingat itu ruang berapa, tapi yang kuingat dia ada disana. Ketika aku lewat, dia tidak menyadarinya, dan aku kembali ke kelas.

"Bang, itu yang orang jepang ada disebelah" kata Aida yang tahu sebenarnya kalau aku menyukainya. Aku hanya terdiam. Aku coba fokus kembali dengan tugas yang sempat aku tinggalkan. Namun tak berapa lama, pikiranku pecah, aku tidak fokus mengerjakannya. Kini yang terlintas di kepalaku hanyalah dia. Ketika aku memikirkannya aku merasa seperti ada yang kurang. Apa gunanya jika aku hanya mengagumi tapi tidak bisa berinteraksi dengannya, bagiku itu sangat menyakitkan. Kemudian timbul inginku untuk segera menghampirinya dan mengobrol sekaligus meminta nomor teleponnya. Ya! Nomor telepon!

Aku keluar dari ruang kelas. Aku merapikan bajuku serta mengencangkan ikat pinggang yang sedikit kendor. Aku harus tampil rapih dan percaya diri ketika berhadapan dengannya. Aku berusaha untuk tidak canggung dan berjalan ke ruang tempat dia berada. Di ruangan itu dia hanya berdua, dia dan temannya. Mereka duduk berjauhan dengan jarak tujuh kursi. Aku langsung menghampirinya dan duduk disebelahnya. Dia tampak kaget melihat kedatanganku yang tiba-tiba.

"Eh, emm, sorry tadi tugas kalkulus itu di suruh apa ya? masih bingung nih" tanyaku, sedikit canggung.
"Itu jadi kita disuruh bikin makalah atau ringkasan gitu" jawabnya.

Entah kenapa setiap aku melihat matanya, aku secara tiba-tiba menjadi kaku dan sulit bergerak. Aku tak sanggup menatap matanya. Setelah mendapatkan jawaban yang jelas darinya, aku coba mengganti topik.

"Eh itu lagi ngerjain apa?" tanyaku, sambil menunjuk laptop yang ada di depannya.
"Ohh ini iseng aja" jawabnya, tanpa melepaskan pandangan dari laptopnya.
"Kamu udah belajar matlab!?" aku sediki terkejut melihat apa yang dia kerjakan, bahkan sampai saat ini aku belum mencoba bahasa pemrograman matlab.
"Iya matlab"
"Kamu belajar ini dari sma?" tanyaku, lagi.
"Engga, inikan pelajaran pemgoraman dan algoritma 1"
"Ohhhh" aku pikir dia sudah dapat materi ini dari sma nya. Hmm pemrograman dan algoritma 1 ya? pikirku.
"Itu yang ngajar siapa?"
"Pak Nurjaya" jawabnya, singkat. Aku kenal pak Nurjaya di semester ini, di kelasku dia mengajar basis data 1. Wah, hebat sekali. Di semester satu yang lalu di mata kuliah pemrograman dan algoritma 1 yang kugunakan adalah bahasa pemrograman C++. Mungkin memang dosennya beda jadi materi yang di dapat juga beda.
"Oya boleh minta nomor teleponnya gak?" akhirnya kata ini terucapkan juga. Dia diam sebentar, seperti ragu-ragu ingin memberikannya atau tidak. "Yahh buat informasi nanya-nanya tugas" tambahku, aku sungguh-sungguh gugup.
"Yaudah catat ya 0856...."

Akhirnya!!!

Ketika mengetik nomor teleponnya, jariku sedikit gemetar menyentuh LCD handphoneku. Aku takut dia menyadarinya. Aku mengulang kembali nomornya agar tidak ada yang salah. Ketika sudah benar aku hendak mensave, namun aku bingung aku harus mensavenya dengan nama apa. Oya, namanya!

"Mmm, namanya siapa?"

Dia menyebutkan namanya, kemudian aku ketik namanya, setelah selesai, aku menjulurkan tanganku dan memperkenalkan namaku "Salam" sambil tersenyum. Dia menyambut tanganku dengan sedikit tertawa. Sungguh sebuah perkenalan yang mencanggungkan.

Mulai saat itu setiap malam aku selalu sms dia. Isinya hanya standar, pertama-tama aku coba sms dengan menanyakan tugas, kemudian setelahnya aku membahas hal yang umum seperti 'lagi apa?'. Namun sms kami tidak bertahan lama karena selain aku kehabisan kata-kata karena balasannya yang standar, juga karena dia yang tidurnya selalu di bawah atau lebih dikit dari pukul sembilan.

***

Musim UTS tiba. hari itu adalah hari selasa. Di jam ke dua aku bersama teman sepengulanganku (teman seperjuangan yang sama-sama ngulang mata kuliah) masuk ke kelas kalkulus 1. Aku tidak kebagian kursi, jadi aku mengambil kursi dari kelas lain. Aku duduk di belakang Arum. Soal ujian sudah di depan mata beserta dengan lembar jawabannya. Soalnya tampak mudah tapi tetap sulit bagiku, aku rasa banyak yang merasakan hal yang sama sepertiku. Aku coba melihat ke arah dia, dia tampak optimis mengerjakan soalnya. Dosen memberi tahu kalau sepuluh menit lagi waktunya akan habis. Aku mulai panik. Aku kembali memandang lembar jawabanku dan mulai menggoreskan jawaban dengan pulpen hitamku. Jawabannya random sekali, bahkan aku tidak yakin kalau itu benar 100%.

Hari kamis adalah hari terakhirku UTS. Pada malam jum'at aku coba untuk sms dia. Aku menanyakan apakah besok dia masih UTS atau tidak, dan dia menjawab tidak. Aku mencoba membuat percakapan yang luas namun tetap yang dia balas sangat standar, kadang ini membuatku kesal. Aku ingat kalau jum'at besok ada acara Stand Up Comedy dari Metro TV yang datang ke kampus. Aku coba untuk mengajaknya. Dia menanyakan pukul berapa acaranya di mulai, dan aku menjawab pukul setengah satu setelah shalat jum'at. Setelah itu dia tidak membalasnya lagi. Cukup lama aku menunggu balasannya, akhirnya aku coba sms lagi untuk minta konfirmasinya bisa atau tidak. Kemudian dia membalas 'Emm aku ada acara ka sama temen'. Sms yang satu ini membuatku jadi lemas. Entah kenapa setelah aku membaca kata pertamanya yaitu 'Emm' aku jadi berpikir kalau dia berbohong. Aku sedikit kecewa kemudian membalas 'Yahhh'. Aku pasrah.

Keesokan harinya aku ke kampus dan shalat jum'at disana. Aku sendirian ditengah kerumunan yang mengantri di depan auditorium tempat acara berlangsung. Aku melihat Tita bersama kakaknya, tapi aku tidak menghampirinya. Seharusnya aku janjian dengan temanku yang lain jadi aku tidak sendiri seperti ini, aku sungguh menyesal. Seandainya saja dia mau datang bersamaku, aku rasa itu akan menjadi hari yang indah. Ahh, lupakan. Tidak berapa lama aku melihat sosok seperti Reny teman sekelasku. Aku yakin itu adalah Reny, jadi aku coba mencoleknya. "Eh, Salam!" Reny sedikit terkejut "Lo ama siapa!??". "Gue sendiri Ren, lo ama siapa?". "Ini ama adek gue, dia pengen banget nonton stand up!" Reny menunjuk adeknya yang ternyata lebih besar dari kakaknya. "Ohh yaudah bareng aja yuk!" ajakku, alhamdulillah untung ketemu Reny, jadi gak sendiri deh, yeay! Sekitar dua puluh menit kemudian pintu auditorium di buka dan kami langsung berebut kursi. Aku memegang tangan Reny dan Reny memegang tangan adeknya supaya kami tidak terpisah. Alhamdulillah kami mendapat tempat yang tidak terlalu belakang dan tidak terlalu jauh dari depan. Dan acarapun di buka oleh Fikri dan MacDanny.

She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang, She Is The Calculus Expert, stand up comedy unpam, stand up comedy goes to campus universitas pamulang, unpam, stand up comedy unpam, stand up comedy universitas pamulang, komunitas stand up comedy unpam, komunitas stand up comedy universitas pamulang, stand up pamulang,

Menurutku acara seperti ini sangat seru, tak hentinya mereka para comic membuatku tertawa. Di tengah suasana yang lucu dan meriah ini, entah kenapa aku kembali memikirkannya. Sendainya dia ada di sampingku sekarang... Ahh!! Hatiku terasa sakit jika mengingatnya. Entah kenapa aku merasa dia juga sedang menonton acara ini, entah, apa pikiranku yang salah, tapi aku berpikir seperti itu.

***

Pada malam-malam berikutnya aku kembali sms dia, tetapi tidak di balas. Aku berpikir, apa sekarang dia membenciku? Setiap berpikir seperti itu hatiku terasa sakit. Aku tahu ini adalah pikiran yang buruk. Aku berusaha untuk tidak berpikir seperti itu. Waktu berlalu dan aku kembali di pertemukan oleh hari selasa. Setelah selesai fisika dasar 1, aku memutuskan untuk ke toilet terlebih dahulu, sedari tadi aku sudah menahannya. Ketika sudah selesai aku langsung masuk ke kelas, tidak lupa saat di toilet tadi aku membenarkan rambutku yang acak-acakkan menjadi lebih rapih. Namun yang kudapati ternyata di kelas biasa kalkulus di isi oleh dosen lain, dan mahasiswanya berbeda. Aku coba BBM Wiwin menanyakan dimana kelas kalkulus 1 berada, sambil berkeliling memeriksa kelas lainnya. Aku mendapat balasan dari Wiwin, ternyata kelas kalkulus 1 tepat berada di depan kelas yang biasa! Haduhhh.

Aku mengetuk pintunya sembari memberi salam. Aku menunduk melewati dosen yang sedang menjelaskan. Dosen memberikan hasil UTS yang kemarin, aku sungguh tidak siap ketika namaku dipanggil dan kertas jawabanku di bagikan. "Salam" Dosen memanggilku, kemudian aku menghampirinya. Aku mengambil kertas jawabanku, dan aku mendapati angka 10 yang tidak terlalu besar di dalam lembar jawabanku. Aku shock, sebab angka 10 itu berarti jawabanku salah semua. Aku memang tidak berbakat dalam matematika.

She is The Calculus Expert, calculus scary, calculus reaction

Ketika aku mengisi absen, ternyata di absen tertera juga nilai UTS kemarin. Di deretan namaku, aku mendapati nilai 10, itu cukup menyakitkan, aku harap dia tidak melihat nilaiku. Aku penasaran bagaimana dengan nilai yang dia dapat? Aku mencari namanya dan.. dia dapat 80! Disana ada tiga nama yang mendapatkan nilai bagus, dua sisanya aku tidak peduli itu siapa, perhatianku hanya untuk dia. Aku merasa malu dengan nilaiku yang seperti ini.

Kelas kalkulus 1 usai, dan alhamdulillah kami diberi kesempatan untuk memperbaiki nilai UTS yang super ancur ini. Ketika aku hendak keluar kelas, dosen dari mejanya berbisik padaku dengan sedikit kesal "Makanya kalo kamu gak bisa, tanya!". "Eh, i, iya Bu hehehe" aku merasa tidak enak di tegur seperti itu oleh dosen. Kemudian aku jalan cepat-cepat menuju lift.

Di depan lift aku tertinggal oleh Ria, Reny, dan Wiwin yang sudah duluan. Beruntung masih ada Aida dan Arum yang belum kedapatan lift. Ketika sedang menunggu lift, aku melihat dia berlari bersama teman-temannya dari toilet menuju kelas yang tadi. Aku ingin sekali menghampirinya, namun aku sedikit grogi. Akhirnya aku coba beranikan diri untuk nyamperin dia. "Eh bang mau kemana!??" Aida mencoba menghentikan aku yang tiba-tiba lari ke belekang. Aku langsung berbelok dan kemudian memanggilnya. Dia yang sudah di depan pintu menengok kebelakang kearahku, kemudian menghampiriku. "Ada apa kak?" tanyanya. Mampus. Aku bingung. Apa yang harus aku katakan, aku memanggilnya sangat spontan. "Emmm, emm" antara bingung, malu, dan canggung campur aduk aku rasakan. Dia memandangku dengan aneh. "Emm.. eh kok sms yang semalem gak di bales" kataku sambil tersenyum canggung. "Ohh, itu aku lagi gak ada pulsa". "Hmm yaudah nanti kalo ada pulsa di bales ya!". "iya, iyaa". "Yaudah gitu aja hehehe" entah aku bingung apa yang harus aku katakan lagi. Setelah itu aku kembali ke tempat lift. Aida dan Arum sudah menungguku.

Jam ketiga setelah kalkulus 1 adalah lab jaringan komputer. Sepanjang praktik aku kembali memikirkannya. Waw, bagiku apa yang kulakukan tadi itu luar biasa, aku harap aku bisa lebih berani dan tidak canggung lagi jika bertemu dengannya. Mengingat tugas kalkulus 1 tentang memperbaikan nilai UTS, aku mendapatkan ide bagaimana kalau aku ajak dia untuk mengajariku mengerjakan kalkulus. Bagiku itu ide yang bagus. Di tengah praktik aku coba sms dia. Aku menanyakan dia pulang pukul berapa. Kemudian dia membalas 'Jam 2 kak, kenapa?'.

Aku: 'Minta tolong ajarin dong yang kalkulus tadi. Masih bingung ngerti. Ya. Ya. Ya.'
Dia: 'Jangan sekarang ka, aku mau pulang bareng temen'
Aku: 'Kamu kapan bisanya?'
Dia: 'Jangan minggu ini ka, aku banyak tugas juga. Liat minggu depan aja entar'
Aku: 'Baiklah, kalo senin depan bisa? jangan selasa -,-'
Dia: 'Gimana entar aja'

Sedikit kecewa dengan balasannya, kemudian aku melanjutkan praktik.

***

Hari ini, ya kamis tanggal delapan belas desember. Kelas kami kosong sampai mata kuliah pendidikan pancasila. Aku mengeluarkan handphone dari saku jaketku kemudian membuka menu messages. Dari sekian banyak messages, aku membuka sms conversation ku dengan dia. Sms terakhirku tak di balasnya. Aku rasa jika saat ini aku sms dia, mungkin tidak akan di balas olehnya. Sama seperti sebelumnya, entah memang dia tidak ada pulsa atau dia malas membalasnya. Jadi aku memutuskan untuk menelponnya. Sebelum aku menelponnya, aku mengecek jadwal mata kuliah kelasnya melalui situs informasi mahasiswa. Bagiku ini sangat membantu. Setelah aku cek, ternyata jadwal kelasnya sedang kosong. Akupun menelponnya.

Dia: Halo.
Aku: Iya, Assalamu'alaikum.
Dia: Wa'alaikumsalam.

Di telepon aku mendengar suara yang lumayan ramai, dan itu cukup mengganggu. Itu menandakan kalau kelasnya memang tidak ada dosen.

Aku: Oya, soal yang kemarin, kamu bisanya kapan? Sekarang bisa gak?

Aku masih berharap semoga dia mau mengajariku kalkulus untuk perbaikkan nilai UTS.

Dia: Wahh, sekarang aku harus pulang kak.

Dia menyembutkan tempat tinggalnya yang nun-jauh disana. Aku rasa dia disini ngekost.

Dia: Yaudah kakak nyontek aja punya aku
Aku: Hahh??

Aku tidak mau menyontek, tapi aku mau kamu mengajariku supaya aku mengerti. Ucapku dalam hati.

Aku: Yaudah deh aku ke kelas kamu

Kemudian aku segera berlari ke kelasnya yang berada di lantai enam, kelasku berada di lantai lima. Sebelum menaiki tangga aku berhenti sebentar di depan pintu berkaca hitam. Aku merapikan rambutku, namun bukannya nambah rapih malah nambah ancur, alias acak-acakkan. Akhirnya aku memutuskan untuk memakai topi. Aku masuk ke kelasnya dan langsung menghampirinya. Sial, akibat aku berlari tadi aku jadi sedikit ngos-ngosan. Aku sudah berada di depannya yang sedang duduk. Dia menyerahkan lembar jawabannya kepadaku, akupun menerimanya. "Pinjam dulu ya" kataku. Aku masih ngos-ngosan, aku rasa suaraku saat itu jadi pelan. Dia mengangguk, kemudian aku segera keluar dari kelasnya yang lumayan ramai.


She is The Calculus Expert, nilai uts kalkulus unpam, kalkulus unpam
Nilaiku dan nilainya, perbedaan yang super jauh.

3 komentar:

  1. Baru mampir udah suka sama tulisannya :)

    www.fikrimaulanaa.com

    BalasHapus
  2. haahaha lo ngenes banget bro di tulisan ini.. asli parah itu cewek, kayaknya nolak secara halus ya? sabar-sabar, apalagi nilai 10.. -__-

    BalasHapus
  3. Kalo bls smsnya standar dan singkat sih ada 2 kemungkinan, antara emang dia males respon atau memang pribadinya seperti itu (to the point)
    Tapi jangan menyerah, buat dia terkesan ya ^^

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung di www.salaminzaghi.com

Diberdayakan oleh Blogger.