Sabtu, 31 Januari 2015

Enaknya Punya Pacar Sekelas

Punya pacar adalah harapan dari setiap jomblo di dunia ini. Terutama di negara dengan populasi jomblo terakut, yaitu Indonesia. Nah, buat kamu yang saat ini masih berstatus pelajar atau mahasiswa dengan kondisi men-jomblo, ada baiknya lu gebet temen sekelas lu. Lah, iya, sebab disini gue bakal ngasih tau Enaknya Punya Pacar Sekelas! Jadi untuk adik-adik, dibaca ya sampai abis.

Selasa, 13 Januari 2015

Hapeku Kembali~

Pernah gak sih kalian ngerasain yang namanya kena razia bencong handphone. Ituloh, yang tiba-tiba hape kita diambil guru. Dulu pas gue SMP sering banget kena, dan yang ngeselinnya itu orang tua kita yang harus ngambil hapenya. Di masa gue SMA, razia seperti itu sudah tidak ada lagi, alias bawa hape ke sekolah sudah dilegalkan. Lalu apa bedanya kok anak SMP gak boleh bawa hape sedangkan anak SMA boleh?

Ya, beda dong sayaaaaang~

Rabu, 07 Januari 2015

Efek Negatif Nonton 3 Idiots Bagi Mahasiswa



Efek Negatif Nonton 3 Idiots Bagi Mahasiswa, stupid student, review 3 idiots, Efek Negatif Nonton 3 Idiots Bagi Mahasiswa, stupid student, review 3 idiots, Efek Negatif Nonton 3 Idiots Bagi Mahasiswa, stupid student, review 3 idiots, Efek Negatif Nonton 3 Idiots Bagi Mahasiswa, stupid student, review 3 idiots, Efek Negatif Nonton 3 Idiots Bagi Mahasiswa, stupid student, review 3 idiots, Efek Negatif Nonton 3 Idiots Bagi Mahasiswa, stupid student, review 3 idiots, Efek Negatif Nonton 3 Idiots Bagi Mahasiswa, stupid student, review 3 idiots, Efek Negatif Nonton 3 Idiots Bagi Mahasiswa, stupid student, review 3 idiots, Efek Negatif Nonton 3 Idiots Bagi Mahasiswa, stupid student, review 3 idiots, Efek Negatif Nonton 3 Idiots Bagi Mahasiswa, stupid student, review 3 idiots, Efek Negatif Nonton 3 Idiots Bagi Mahasiswa, stupid student, review 3 idiots,


3 Idiots adalah film Bollywood yang menceritakan tentang tiga orang mahasiswa yaitu Farhan, Raju, dan Rancho, yang sama-sama kuliah engineering di Imperial College of Engineering. Kampus tersebut merupakan yang terbaik di India. Rancho merupakan mahasiswa paling pintar, sementara Farhan dan Raju adalah mahasiswa yang bodoh.

Mereka mempunyai latar belakang yang berbeda-beda, dimulai dari Farhan yang terpaksa mengambil kuliah engineer atas keinginan ayahnya, walaupun sebenarnya dia lebih senang di bidang photografi. Karena tidak ingin mengecewakan ayahnya, akhirnya Farhan mengikuti pilihan ayahnya dan memendam impiannya dalam-dalam untuk jadi seorang photografer. Kemudian ada Raju, berasal dari keluarga tidak mampu. Ayahnya yang sakit-sakitan dan ibunya yang menjadi tulang punggung dan membiayai kuliahnya, serta adik perempuannya yang belum menikah karena masalah biaya.

Minggu, 04 Januari 2015

Tak Berdaya di Tengah Hujan

Tak Berdaya di Tengah Hujan, anak kecil keujanan, keujanan gif, hujan gif, hujan gif, hujan gif, anak kecil menangis di tengah hujan, hujan penyesalan, nyanyiyan hujan, Tak Berdaya di Tengah Hujan, anak kecil keujanan, keujanan gif, hujan gif, hujan gif, hujan gif, anak kecil menangis di tengah hujan, hujan penyesalan, nyanyiyan hujan, Tak Berdaya di Tengah Hujan, anak kecil keujanan, keujanan gif, hujan gif, hujan gif, hujan gif, anak kecil menangis di tengah hujan, hujan penyesalan, nyanyiyan hujan, Tak Berdaya di Tengah Hujan, anak kecil keujanan, keujanan gif, hujan gif, hujan gif, hujan gif, anak kecil menangis di tengah hujan, hujan penyesalan, nyanyiyan hujan, Tak Berdaya di Tengah Hujan, anak kecil keujanan, keujanan gif, hujan gif, hujan gif, hujan gif, anak kecil menangis di tengah hujan, hujan penyesalan, nyanyiyan hujan, Tak Berdaya di Tengah Hujan, anak kecil keujanan, keujanan gif, hujan gif, hujan gif, hujan gif, anak kecil menangis di tengah hujan, hujan penyesalan, nyanyiyan hujan, Tak Berdaya di Tengah Hujan, anak kecil keujanan, keujanan gif, hujan gif, hujan gif, hujan gif, anak kecil menangis di tengah hujan, hujan penyesalan, nyanyiyan hujan, Tak Berdaya di Tengah Hujan, anak kecil keujanan, keujanan gif, hujan gif, hujan gif, hujan gif, anak kecil menangis di tengah hujan, hujan penyesalan, nyanyiyan hujan, Tak Berdaya di Tengah Hujan, anak kecil keujanan, keujanan gif, hujan gif, hujan gif, hujan gif, anak kecil menangis di tengah hujan, hujan penyesalan, nyanyiyan hujan, Tak Berdaya di Tengah Hujan, anak kecil keujanan, keujanan gif, hujan gif, hujan gif, hujan gif, anak kecil menangis di tengah hujan, hujan penyesalan, nyanyiyan hujan, Tak Berdaya di Tengah Hujan, anak kecil keujanan, keujanan gif, hujan gif, hujan gif, hujan gif, anak kecil menangis di tengah hujan, hujan penyesalan, nyanyiyan hujan, Tak Berdaya di Tengah Hujan, anak kecil keujanan, keujanan gif, hujan gif, hujan gif, hujan gif, anak kecil menangis di tengah hujan, hujan penyesalan, nyanyiyan hujan, Tak Berdaya di Tengah Hujan, anak kecil keujanan, keujanan gif, hujan gif, hujan gif, hujan gif, anak kecil menangis di tengah hujan, hujan penyesalan, nyanyiyan hujan, Tak Berdaya di Tengah Hujan, anak kecil keujanan, keujanan gif, hujan gif, hujan gif, hujan gif, anak kecil menangis di tengah hujan, hujan penyesalan, nyanyiyan hujan, Tak Berdaya di Tengah Hujan, anak kecil keujanan, keujanan gif, hujan gif, hujan gif, hujan gif, anak kecil menangis di tengah hujan, hujan penyesalan, nyanyiyan hujan, Tak Berdaya di Tengah Hujan, anak kecil keujanan, keujanan gif, hujan gif, hujan gif, hujan gif, anak kecil menangis di tengah hujan, hujan penyesalan, nyanyiyan hujan, Tak Berdaya di Tengah Hujan, anak kecil keujanan, keujanan gif, hujan gif, hujan gif, hujan gif, anak kecil menangis di tengah hujan, hujan penyesalan, nyanyiyan hujan, Tak Berdaya di Tengah Hujan, anak kecil keujanan, keujanan gif, hujan gif, hujan gif, hujan gif, anak kecil menangis di tengah hujan, hujan penyesalan, nyanyiyan hujan, Tak Berdaya di Tengah Hujan, anak kecil keujanan, keujanan gif, hujan gif, hujan gif, hujan gif, anak kecil menangis di tengah hujan, hujan penyesalan, nyanyiyan hujan, Tak Berdaya di Tengah Hujan, anak kecil keujanan, keujanan gif, hujan gif, hujan gif, hujan gif, anak kecil menangis di tengah hujan, hujan penyesalan, nyanyiyan hujan, Tak Berdaya di Tengah Hujan, anak kecil keujanan, keujanan gif, hujan gif, hujan gif, hujan gif, anak kecil menangis di tengah hujan, hujan penyesalan, nyanyiyan hujan, Tak Berdaya di Tengah Hujan, anak kecil keujanan, keujanan gif, hujan gif, hujan gif, hujan gif, anak kecil menangis di tengah hujan, hujan penyesalan, nyanyiyan hujan, Tak Berdaya di Tengah Hujan, anak kecil keujanan, keujanan gif, hujan gif, hujan gif, hujan gif, anak kecil menangis di tengah hujan, hujan penyesalan, nyanyiyan hujan,

Hujan ini seperti mengurungku
Tiap tetes yang turun dari langit menyentuh kulitku
Seperti jarum yang menusuk dengan lembut

Aku terjebak dalam genangan kenangan
Tak sadar aku tercebur dalam kubangan penyesalan
Air mataku jatuh bergabung dengan hujan
Aku tak berdaya di tengahnya

Hujannya makin deras
Mereka turun dengan cepat dan kejam
Butiran air yang jatuh berubah menjadi timah panas
Semuanya menghantam tubuhku tanpa ampun

Aku terluka dalam kelaparan
Bunyinya sangat menyedihkan
Ketika ku pegang terasa hangat
Tenagaku hampir habis

Sebelum memejamkan mata tanpa rasa
Aku berharap Tuhan mengirimkan malaikatnya

Sabtu, 03 Januari 2015

Malam Minggu Introspeksi

Selamat malam kakaaa 

Sepertinya malam ini adalah malam minggu pertama di tahun 2015. Dan sampai tahun ini, saya masih menjomblo huhuhu  BeTeWe, ada yang mau jadi pacar saya?  


Oke, lupakan 

Jadi gini, gue mau curhat dikit. Belakangan ini kenapa ya gue bangun tidur itu pasti selalu diatas jam 6. Emang sih, sekarang gue tidur jadi lebih sering di atas jam 23 gara-gara ngerjain tugas, nonton, internetan, ngoding iseng-iseng. Ya gitu, tau-taunya udah jam 23 aja. Belum ngantuk. Ya, lanjut lagi. Akhirnya tepar jam 00.30 pagi 




Bangun-bangun jam 6 lewat, kadang kalo khilaf bisa bangun jam 8an. 

Shalat Subuh?

Ya, gue abis bangun tidur langsung shalat. Ya gitu shalatnya, jam 6.30.  Astagfirlohhhhhhh..!!!! Gue juga bingung itu Shalat Subuh apa Shalat Duha, tapi niatnya ya Shalat Subuh.

Ampuni Aim ya Allah! 


Jadi di malam minggu ini, tepatnya malam minggu introspeksi. Bangun pagi, Shalat Subuh tepat pada waktunya, dan 4 Shalat wajib lainnya dilaksanakan tepat waktu, menjadi resolusi gue selama 2015, tidak! Tapi resolusi selamanya! 

 


Kalo kalian gimana? Masih suka bangun siangkah? Ini 2015 lho!!! <-- *Ini gue juga lagi nyindir diri sendiri-_-)*

Jumat, 02 Januari 2015

Balada Penjual Tupperware


Balada Penjual Tupperware, rumah murah daerah pamulang, di jual rumah murah deket unpam, rumah mewah murah unpam, rumah merah unpam murah pamulang tangsel, di jual rumah mewah murah deket unpam pamulang tangsel

1 Januari 2015 kemarin adalah hari terakhir gue bekerja disebuah perusahaan property. Gue kerja disini 10 hari, tapi gue kena jadwalnya cuma 3 hari. Bentar banget emang. Yah, lumayanlah buat ngisi liburan. Gue ditempatkan di salah satu pusat pembelanjaan terkenal di Jakarta Selatan. Disamping lapak gue, ada perusahaan perabotan gitu yang jual reskuker, blender, panci, kompor, knalpot racing dan tupperware. Pokoknya nih lapak yang paling rame. Barang yang paling murah adalah tupperware.

Nah, gokilnya mereka yang jualan ini pake seragam gakuran. Ituloh seragam anak sekolah di Jepang. Yang nyantol dipikiran gue tentang gakuran adalah film Crows Zero, film yang bercerita tentang sekumpulan anak nakal yang hobinya berantem terus di sekolah. Gue gak bisa bayangin gimana kalo mereka nawarin barang jualannya pake gaya anak Suzuran di Crows Zero. Mungkin seperti ini:

Ada seorang pengunjung yang lewat di depan mereka, kemudian dijegad oleh si penjual tupperware. "Eh, tolong dong beli barang gue." kata si penjual, tidak lupa dengan gaya songong anak Suzuran. "Heh! maksud kamu apa!?" si pengunjung merasa terganggu dan tidak terima. "Udeh lo jangan banyak bacot, lo cukup beli ini lima puluh ribu dan lo bisa pergi dari sini, kalo lo gak mau lo akan tau akibatnya." ancam si penjual. "Berisikkk!" si pengunjung marah dan langsung melontarkan tinju ke si penjual tupperware. Si penjual ini lincah, dia dengan sigap menghindar dari pukulan tersebut dan langsung membalasnya dengan cepat. BUAK!! Si pengunjung mental dan terjatuh. Si penjual menghampirinya. Si pengunjung merangkak mundur, dia mulai ketakutan. "A.. Ampun..! Saya akan beli!!" si pengunjung langsung mengeluarkan dompetnya dan menyodorkan uang lima puluh ribu. Uang itu diambil oleh si penjual, kemudian si penjual melemparkan tupperware ke arah si pengunjung yang barusan dia hajar tadi. Tupperware itu mendarat tepat diatas kepalanya. Duk! Dan si pengunjung itu langsung kabur. Orang-orang yang menyaksikan itu merinding ketakutan. "Begitulah akibatnya jika kalian menolak untuk membeli tupperware ini hahahaha!" ucap si penjual tupperware.

Wew ngeri banget. Semoga dia gak tahu apa-apa tentang Crows Zero, takutnya menjiwai aja kalo dia pake gakuran.

Balada Penjual Tupperware, crows zero jakarta, croes zero jakarta selatan, crows zero anak jakarta, anak suzuran jakarta selatan

Dari belakang, tiba-tiba terdengar jeritan "POKOKNYA HARI INI TUPPERWARE HARUS ABIS YA!!" waduh apa tuh? Ternyata itu bosnya mereka. Lantas anak buahnya ini langsung keliyengan dan buru-buru nyari pelanggan buat ngebeli tupperwarenya. Salah satu dari mereka menghampiri gue. "Bos, beli dong bos, ngabisin nih." bisiknya. "Wah, sorry broh gak dulu deh." tolak gue. Males banget coy, di rumah gue botol aqua masih banyak hahahaha. "Ck, udahlah kalo sama bos gocap dapet dua dahhh" dia mulai melobi gue. Wedew, boleh juga nih yang tadinya gocap dapet satu, sekarang dapet dua. "Engga deh." gue emang gak butuh.

Dia diem sebentar. Kemudian dia kembali membuka percakapan, kali ini dengan hal yang umum dan tidak ada sangkut pautnya dengan tupperware. Dia bercerita kalo dia berasal dari daerah seberang, Sumatera Selatan. "Wah, sama dong." kata gue menanggapi ceritanya. "Emang mas darimana?" tanyanya. "Saya dari Pagar Alam." jawab gue. "Ohhh Pagar Alam!" dia terkejut, "Kalo saya dari Linggau!". "Linggau? Lubuk Linggau maksudnya?" gue mencoba membenarkan. "Iya! Wah, Wong Kito Galo Kito ini!!" dia seneng banget ketemu sama orang sekampung. Yah, ternyata kampung kita tetanggaan.

"Jadi lo sendiri dari sana?" tanya gue.
"Engga, itu sama mereka juga." dia menunjuk teman-temannya.
"Jadi sampai kapan kalian disini?"
"Ini hari terakhir kami disini, besok kami pindah mall lagi."
"Wah, sama dong."
"Loh, mas juga!"
"iya." gue mengangguk. Dia diem sebentar.
"YAUDAH MAS, BORONG YA TUPPERWARENYA, GOCAP SAYA KASIH TIGA DEH!" dan penyakitnya kembali kumat.
"Duh, engga deh brohhh." gue berusaha menolak dengan baik, tadinya pengen gue tampol, gedek soalnya hehehe.
"SSSSTTT!" jari telenjuknya ditaruh di tengah bibir. "Udah tenang aja, sama saya! Aman kok!" dia langsung menyodorkan tupperwarenya ke tangan gue. "Dua lagi mau warna apa!?!? Orange!? Biru!? Oke, saya taro di kardus pembatas aja ya, takut keliatan sama si bos!" diapun langsung bergerak cepat dan meletakkan tupperwarenya di kardus pembatas. Gokil nih anak.


Ini anak pokoknya rempong banget, akhirnya gue tinggal. Gue ke toilet. Eh, bener aja nih si taplak warteg ngikutin gue sampe ke toilet. "Bos! Bos! Gimana!?" katanya, meminta kepastian. "Iye, entar! Lo tunggua aja disitu!" gue mulai kesel. Buset Deh. Sekembalinya gue dari toilet, gue menepuk pundaknya dari belakang. Refleks, dia noleh ke gue. Sebelumnya dia sempet curiga kalo gue meper ke bajunya dia. "Sorry nih, sekarang gue belum ada duit, ini aja gue belum di bayar. Jadi lo ngerti gue lahh." kata gue, memberi pengertian. Dia menunduk. "Nah!" gue memecahkan lamunannya. Wajahnya kembali bersinar, dia seperti akan mendapatkan kabar yang baik. "Bagaimana kalo tupperwarenya gue ambil tapi bayarnya pakek duit lo dulu!" gue memberi solusi sesat atas semua permasalahan ini. Dia yang tadinya senyum gembira seperti ketemu bidadari, sekarang jadi manyun seperti abis dijejelin ketek tukang bubur.


Dan hari itu kami berpisah.

Kamis, 01 Januari 2015

Musim Yang Baik

Oh, sekarang udah 2015 ya.

Disetiap tahun yang baru semua orang biasanya membuat resolusi untuk dirinya sendiri. Kalo ada yang nanya, emang resolusi lo apa Lam di tahun 2015? Gue akan jawab dengan menyentuh kening gue dan merentangkan jari-jari tangan sambil bilang "Semua resolusi gue udah menggantung tepat lima centimeter didepan kening gue, jadi kapanpun dimanapun gue selalu bawa resolusi itu ke kehidupan gue sehari-hari." badai, keren banget walaupun ngikutin kata-katanya bang Zafran di 5km, eh 5cm hehehe.

Tapi bener deh, gue setuju banget. Intinya yang bisa gue tulis disini, ditahun ini gue akan jadi lebih baik dari sebelumnya. Dan gue berharap di 2015 ini bisa jadi musim yang baik buat gue seperti album terbarunya Sheila on 7, Musim Yang Baik.

Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik, Musim Yang Baik, sheila on 7 - musim yang baik,

Jujur, tahun 2014 kemarin gue bener-bener udah jadi orang yang merugi, salah satunya nilai semester gue yang terjun bebas diluar dugaan. Semoga di tahun yang baru ini nilai gue bisa kembali normal, (Amiin!!) dan semua yang gue inginkan bisa berjalan dengan lancar walau nantinya banyak badai rintangan menghadang. Semoga juga resolusi kita bisa benar-benar terealisasikan ditahun ini, di Musim Yang Baik :)