Edisi Ngerjain KP: #2 Terjebak di Kelompok Yang Tidak Diinginkan

Rabu, Desember 09, 2015
*Sebelum membaca postingan ini, alangkah baiknya (bagi yang belum baca) membaca postingan sebelumnya >> Edisi Ngerjain KP: #1 Membentuk Tim, Sebab postingan ini adalah lanjutannya.

"Lam kita KP berdua aja nih?" Tanya Biji1 diakhir kelas mata kuliah Komputer Grafik. Kita semua bergegas mengangkat tas kemudian beranjak keluar kelas. "Mmmm..iya nih" jawab gue, sambil mengangkat tas. "Eh..!" Gue menepuk pundak Biji1. Gue sepertinya mengingat sesuatu, "Bertiga kita!" gue setengah menjerit setelah berhasil mengingat sesuatu tersebut. "Ama siapa Lam?" tanya Biji1, penasaran. "Sama... Tuh! Tuh!" Di lorong gue menunjuk Biji2 yang sedang jalan menghampiri kami. "Haaahhh! Diaa!" Biji1 sedikit tekejut dan wajahnya jadi aneh mengetahui dirinya juga sekelompok dengan Biji2. "Kenapa Biji1??" tanya gue. "Woii!!!" Biji2 menepuk pundak gue dan Biji1. "Heehhh! Dari mana aja lu cumi!" gue nabok-nabokin Biji2. "Ett,, gue tadi ada matkul yang ngulang Lam" Biji2 menghindar-hindar dari serangan gue. "Eh, eh, gue cabut dulu ya." Biji1 memotong gue dan Biji2 yang lagi bercandaan. "Gawe lu Biji1?" tanya Biji2. "Iya nih. Yaudah ya gue cabut duluan. Bye!" Biji1 melambaikan tangan pada kami.

Malamnya gue BBMan sama Biji1. Kita ngomongin mau ngerjain projek apa di KP ini. Si Biji1 dia gak mau ribet. dia maunya yang gampang-gampang aja, yang berarti projek yang bakal dia sarankan ke gue adalah projek-projek yang udah mainstream banget, kayak perpustakaan, penjualan, gaji, absensi. Dan yak, bener. Biji1 nyaranin gue buat ngerjain projek absensi. Mau bikin apa, udah oke. Sekarang instansi atau perusahaan mana yang mau pake aplikasi absensi yang akan kita buat ini? Gue pun mendiskusikan hal ini ke Biji2. Gue langsung BBM dia. Ternyata si Biji2 juga gak mau ribet. Dia nyaranin gue buat bikinin nih aplikasi untuk SMK yang ada di dekat rumahnya. Soalnya guru di SMK itu tetangganya Biji2, jadi misalkan nanti mau tanya apa-apa juga gak ribet. Dan akhirnya saran dari mereka gue okein, istilah kerennya, gue ACC.

Besoknya gue mulai bagi jobdesk.
Biji1: ngerjain laporannya -> Bab 1, Bab 2, Bab 5
Biji2: ngerjain laporannya -> Bab 3 dan Bab 4
Gue: ngerjain programnya -> Ngoding

"Gimana??" tanya gue.
"Oke aja gue mah." jawab Biji2, sambi manggut-manggut ngelusin jenggot.
"Gue oke." jawab Biji1, mantap.
"Yaudah abis ini kita ke perpus." komando gue.

Di parkiran.

"Biji2 kemana sih." gue menengok kesana-kemari.
"Tau tuh." acuh Biji1.
"Ck.. pada pe'a banget dah!" kesel gue, sambil menggerser motor gue yang kepepet motor lain.
"Yaudah kita berdua aja!" sewot gue sambil memanaskan motor, Biji1 duduk di jok belakang. Kita berdua menuju Perpus Pamulang.

Di perpus.

Biji1 langsung mengambil beberapa modul dan skripsi, kemudian dia menyalakan laptopnya. Gue menyalatakan laptop dan mulai ngoding.

Hari itu berakhir dengan Bab1 dikerjain baru cuma setengah, dan gue baru bikin database.

Hari berikutnya.

Gue ngajakin Biji1 lagi buat ngerjain KP di perpus, tapi ternyata dia gak bisa, dia harus kembali bekerja, kemarin dia libur. Biji2? Entah, hari itu gue gak ngedapetin dia. Jadinya gue ngerjain KP ini sendiri di perpus. Dan disinilah gue merasa terjebak di kelompok yang tidak diinginkan. Semuanya tidak seperti yang gue bayangkan. Tim macam apa ini. Kelompok macam apa ini. Hari itu gue ngoding jadi setengah-setengah, sisanya gue nonton film bokep di laptop.

Besoknya.

Biji1 gak masuk. Gue ketemu Biji2. "Lu kemarin kemana aja sih!" ngomel gue. "Iya, ya kemarin gue juga ada tugas. Sorry" Biji2 menundukan kepalanya. "Hahh bulshit! paling gak lu bales chat gue, telpon gue angkat!" gue ngegeprak meja. Biji2 diam. "Abis ini kita ke perpus!" bisik gue, dengan menunjuk muka Biji2 sambil menatapnya dalam-dalam seperti ingin memakannya. Kemudian gue cabut. Ketika mata kuliah terakhir selesai. Gue menarik Biji2 dari belakang, supaya dia gak kabur lagi. "Eh, eh, iya entar dulu apa, buset dah Biksu!" Biji2 menepis tangan gue. Gue suka dipanggil biksu sama Biji2 gara-gara kepala gue botak.  "Entar dulu, bentar ya." kata Biji2, pelan. Biji2 sedang ngobrol sama temannya anak kelas sebelah. "Ck!" gue langsung berjalan kembali menuju koridor dan keluar. Gue mengirim chat ke Biji2 "langsung ke perpus, gak pake lama." Setelah itu gue langsung tancap gas menuju perpus Pamulang.

Di perpus kampus Pamulang gue ketemu sama genk GGS, kelompokannya Rio de Caprio, Renzo, dan Kane. sedangkan satunya lagi ada Must yang sendirian gak sama kelompoknya. "Woi Lam! sini-sini" Rio memberi kode. Gue menghampirinya. "Mau bikin apa kalian?" tanya gue. "Bikin web nih." jawab Renzo. "Eh, lu kelompok sama siapa aja?" tanya Kane. "Gue sama Biji1 dan Biji2." jawab gue. "Pada kemana mereka?" tanya lagi Kane. "huhhh" gue membuang nafas, "taulah". Sepertinya gak ada yang bisa diharapkan dari mereka. Rio de Caprio menepuk pundak gue, "Aah, elu sih, lagi bukannya waktu itu sekelompok sama gue aja, eh malah sama mereka, apalagi Biji2, itu anak kan main terus, susah diajak serius". Siang itu, Rio de Caprio menceritakan semua tentang Biji2.

Semester sebelumnya, ternyata Biji1 dan Biji2 juga ngulang mata kuliah Pemrograman 1, sama kayak gue, cuma kita beda kelas. Di tugas akhir bikin projek, Biji1 dan Biji2 juga teman yang lainnya yang ngulang, mereka sekelompok. Karena Biji1 dan yang lainnya pada kerja, jadi mereka menyerahkan programnya ke Biji2, dia yang ngerjain. Dan benar saja, programnya ancur, berikut nilai mereka sekelompok. Yang tersisa hanya perasaan gondok terhadap Biji2. Dan sampai saat ini mereka gak ada yang mau lagi kalo ada tugas kelompok, sekelompok sama Biji2.

Gue jadi inget, ekspresi aneh Biji1 waktu gue ngasih tau kalo orang satu lagi yang sekelompok sama kita adalah Biji2. Oh, ternyata gara-gara itu.

Gue ngeping Biji2 berkali-kali. Gue tanya lu dimana. Gak dibales. Sampai akhirnya gue telpon tuh anak kuda, dan ternyata nomornya gak aktif. "Biji2 mah kebanyakan main, sekarang lu liat aja." kata Rio de Caprio. Gue cuma bisa termenung dan melanjutkan kodingan gue.

Perpustakaan Universitas Pamulang, pamulang, anak muda pamulang, unpam, mahasiswa unpam, mahasiswa universitas pamulang, gue kuliah di unpam, kampus unpam, anak muda unpam, kerja praktek, tugas kelompok, tugas unpam, kuliah unpam, biji1 dan biji2, rio setiawan, renzo, reza fahlevi, aldre kane perkawido, tugas tai
Rio de Caprio, Renzo, Kane, Gue
Malamnya gue merenung dibawah air keran. Karena di rumah gue gak ada shower, gue jongkok aja gitu telanjang dibawah keran. Bodoamatlah, gak ada yang liat ini. Gue merenung. Gue merenung, apa yang akan gue lakukan selanjutnya di KP ini bersama kelompok gue yang super gak jelas, yang membuat gue merasa terjebak di kelompok yang tidak diinginkan. Sambil sabunan, gue mulai menganalisa semuanya satu-satu dan membuahkan satu keputusan. Seperti yang gue tulis di postingan ini >> Yang Harus Kamu Lakukan Jika Terjebak di Kelompok Yang Tidak Diinginkan, Besok, ketika fajar menyongsong, ayam berkokok, daun berguguran, cicek masih nemplok di tembok, GUE AKAN MENGULTIMATUM MEREKA! 


Besoknya, setelah jam pertama berakhir, gue menunggu di depan kelas. Biji1 dan Biji2 belum menampakan diri. Dari kejauhan, Biji2 berjalan menghampiri gue bersama teman-temannya anak kelas sebelah. "Woi Biksu!" Biji2 nepok kemudian ngerangkul gue. Gue melepaskan rangkulannya dan bilang "Lu sebenarnya serius gak sih?" kata gue pelan, serius. "Ya, ya, gue serius Lam" Biji2 tertegun. "Lu kemarin kemana?" tanya gue. Suasana mulai tegang. Biji2 gelagapan mau jawab apa. Teman-temannya Biji2 ngeliatin gue sama Biji2. "Yaudah sekarang gini aja deh, gue keluar dari kelompok, jadi tinggal lu kerjain aja tuh KP sama Biji1." kata gue sambil mengambil langkah untuk meninggalkan Biji2. "Lam tunggu.. Jangan gitu dong!" Biji2 narik tangan gue dari belakang. "Udah, semua udah selasai." kata gue, mantap. Gue mencoba melepaskan ikatan dari Biji2. "Gak.. lu gak boleh keluar dari kelompok." kekeuh Biji2. "Sekarang pilihan lu cuma dua, gue yang keluar atau lu yang keluar!?!" kata gue, melotot. Biji2 diam. Dan gue masuk kelas RPL, sebentar lagi jam kedua kuliah akan dimulai.  Biji2 ngikutin gue. Dia terus ngebujuk gue.

Gue dan Biji2
Selesai kelas RPL, Biji2 masih ngikutin gue. Dia terus membujuk gue, cumen gue kacangin. Dari kelas sebelah nongol Biji1. "Biji1 sini lu!" Jerit Biji2. Biji1 menghampiri kami. "Ada apa?" tanya Biji1. "Gue keluar dari kelompok, lu kerjain aja nih KP sama Biji2." kata gue, udah mulai males ngedebatin hal ini. "Loh!? Eh!?" Biji1 bingung. "Ahh engga! engga!" Biji2 narik-narik gue. "Sekarang gimana ya, elu kerja mulu, kontribusi lu kurang." Gue nunjuk Biji1, "Dan lu, lu ngilang mulu, lu kalo mau pacaran gak usah sekelompok sama gue dah!" gue nunjuk Biji2. Mereka berdua diam.

"Udah, udah, lu kasih kita duit aja dah." pinta Biji1 ke Biji2. Biji1 membuka dompet dan memberi kan beberapa rupiah ke Biji2. "Udah Lam, kita kerjain lagi, lu jangan marah-marah mulu." Biji2 ngerangkul gue sampe parkiran dan kita menuju perpus di kampus Pamulang.

Karena Biji1 udah ngasih kita duit, jadi gue dan Biji2 ngerjain kerjaannya Biji1, yaitu Bab 1 dan Bab 2. Gue ngerapihin Bab 1, sedangkan Biji2 prepare Bab 2, tentang organisasi. Biji2 menghubungi tetangga rumahnya yang ngajar di SMK tempat kita KP untuk minta data sekolah. Sudah dapat persetujuan dari tetangganya itu, Biji2 langsung ngambil beberapa data tentang sekolah tersebut di website mereka. Bab 1 kelar waktu magrib. Sehabis solat dan makan, kita lanjut lagi. Bab 2 berhasil diselesaikan Biji2 pada pukul setengah delapan malam. Kemudian dia menyerahkan kerjaannya kepada gue untuk di revisi lagi benar salahnya. Setelah gue revisi, pada pukul sembilan malam, kita ngeprint Bab 1 dan Bab 2.

kampus unpam, hujan deras, hujan gelap, hujan air di tangsel, unpam kehujanan, gue anak unpam, gue kuliah di unpam,
Ujannya deres cuy!
Besoknya gue dan Biji2 bimbingan sama Dosen. Di Bab 1 masih ada beberapa yang harus di revisi, sedangkan Bab 2 gak jelas. "Bu, Bab 2 ini maksudnya apa ya, Bu?" tanya gue, sambil menyerahkan kartu bimbingan. "Ini artinya ok." kata Bu Dosen. "Ok?" gue masih gak mudeng. "Iya, Bab 2 kamu, saya acc." Kata Bu Dosen. "Acc ?" gue pandang-pandangan sama Biji2. "Acc Bu??" tanya Biji2. "Iyaaaaaa!! Buset dah, udah sono lu keluarrr!" kesel Bu Dosen. Gue dan Biji2 kegirangan loncat-loncat gara-gara Bab 2 udah di acc. Kita langsung rapihin Bab 1 yang masih di revisi. Setelah ngerapihin Bab 1, kita langsung ke Bu Dosen, pembimbing kita. "Gimana Bu?" tanya gue. "Hmmm,," Bu Dosen sedang mengamati Bab 1 kita. "Oke, saya acc." Bu Dosen memberi laporan dan menuliskan ok, di kartu bimbingan gue. Gue dan Biji2 kembali bersorak, sampai akhirnya kita diusir lagi.

"Lam perpus lagi yuk!" ajak Biji2.
"Ayuk!" seru gue, penuh semangat.

Dan kami pun melanjutkan KP ini menuju Bab 3 dan Bab 4 :)

21 komentar:

  1. hahaa.. ngasih duit, jadi inget temenku dulu juga kayak gitu pas ngerjain tugas kelompok.
    akhirnya di acc juga ya, lancar kedepanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha rata2 mang begitu, kalo gak mau ambil pusing ya ngasih duit :) hehehe
      amiin tnx broh :D

      Hapus
  2. Waduh.. ini sering banget ku alami, akhirnya aku ngerjain tugas sendiri.. mereka cuma nebeng nama doang ckckk

    Ini cerita tentang biji bijian lagi ngerjain tugas si biji1 lebih suka bayar daripada ngerjain tugas ckckk

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha emang kadang suka begitu, akhirnya jadi kita sendiri yang ngerjain tugas kkcck

      ya begitulah tentang biji-biji yang tidak bisa diandalkan huahahahaha

      Hapus
    2. Ya harus mengandalkan diri sendiri.. hehehe

      Hapus
  3. Paling enak kalo dapat kelompok yang rajin, jadi tinggal numpang nama dan presentase doang. :D

    BalasHapus
  4. Biji 2 kayak-kayak yang suka bikin gondok teman-temannya ya mas? wkwkwkwkw :)Yang itu lagi menunduk itu ya Biji 2... hehehehehehe :)

    BalasHapus
  5. Mengingatkan saya waktu kuliah dulu, Kalau keja kelompok ada yang rajin ada yang numpang nama... mantap lah semoga bab selanjutnya makin cepat acc. biar cepet lulus

    BalasHapus
  6. Kayaknya tugas ini akan berakhir happy ending nih, kayaknya.

    Itu yang pojokkan kenapa gak sekalian diajakin foto?

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiin happy ending :')

      dia bukan anggota genk kami XD

      Hapus
  7. Ini adegan pas keluar kelompok kenapa kaya yang cowo yang diputusin Cewe'a yah?
    gtau cuma sundut padang gue aja mikir'a kaya gitu :v

    Dikasih duit buat tugas pasti gak nolak yah Lam ckckck :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. realnya mah keren banget cuy :D gue berasa cool. haha

      iya gue gak nolak :v

      Hapus
  8. cie - cie,, sekarang udah baikan sama biji2,, kayak disinetron aja sih pake pegang - pegangan tangan segala,, biji2 kebanyakan nonton drama koreo kali.... wkwkwk ....

    BalasHapus
  9. bener tuh lam, kadang sekelompok sama yang biji kayak gitu harus dikerasin dulu, baru dia bisa ngerti. Manteplah sampe di acc bab 2 yang dikerjain si biji haha

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung di www.salaminzaghi.com

Diberdayakan oleh Blogger.