Senin, 30 Mei 2016

Pintu Yang Mengetahui Kepribadianmu

Kepribadian seseorang terkadang bisa dibaca menurut pilihan visual tertentu. Seperti 6 jenis pintu dengan pemandangan yang berbeda ini dapat menentukan kepribadian yang berbeda pula bagi yang memilihnya.

Pilih Salah Satu dari Pintu Ini untuk Mengetahui Masa Depan Anda, menentukan masa depan, pintu doraemon, pintu masa depan doraemon, pintu ajaib, pintu mengetahui masa depan, cara mengetahui masa depan, cara mengetahui kepribadian, cara menentukan masa depan, cara membentuk kepribadian, cara mendapatkan masa depan, pintu mesin waktu masa depan, kepribadian masa depan, visual masa depan, visual kepribadian masa depan

Dari antara 6 pintu dengan pemandangan yang ditawarkan masing-masing, mana yang menurut lu anda yang paling ideal? Pilihan anda dapat mengungkapkan kepribadian hidup anda, bagaimana anda menjalankan hidup bahkan masa depan anda.



Pilih salah satu, ya


Yuk, intip jawabannya



Pintu No. 1:
Anda mencari jalan kebebasan. Anda membutuhkan banyak ruang untuk diri sendiri dan menempa jalur sendiri, terutama jika ada kemungkinan tak terbatas. Anda adalah tipe pribadi yang independen dan tidak suka konfrontasi. Anda tidak ingin terburu-buru dan ingin menikmati waktu anda.


Pintu No. 2:

Anda lebih memilih jalur pribadi daripada jalur yang sudah sering dilalui orang. Anda ingin melakukan perjalanan sensiri, hidup sendiri, berpikir sendiri dan menyendiri. Jalur yang anda jalani ditujukan untuk satu orang. Anda adalah pribadi yang orisinal, kreatif, berwawasan, filosaofis, dan introvert. Anda melihat dunia dengan cara yang unik.


Pintu No. 3:
Masa depan anda penuh dengan warna. Anda orang yang ingin menjadi bagian dari dunia, menjelajah dan mengeksporasi apa yang ditawarkan dalam hidup. Hidup anda adalah tentang proses dan perjalanannya, bukan tujuan akhir. Anda penasaran dengan alam dan selalu bersemangat untuk belajar lebih banyak tentang tempat anda yang anggap sebagai rumah. Anda adalah pribadi yang cerdas dan orang-orang selalu tertawa di sekitar anda.

Pintu No. 4:
Anda ingin melalui jalur yang paling menarik saat melalui kehidupan. Anda menyukai kekacauan dan situasi tak terduga. Anda tertarik akan hal-hal yang tidak diketahui. Anda tidak peduli tentang aturan sama sekali. Anda adalah pribadi yang spontan dan pencari sensasi besar. Hal favorit anda adalah sore di sebuah taman hiburan dan menaiki wahana yang paling besar dan menyeramkan.


Pintu No. 5:
Anda menyukai jalur yang tenang dan memberikan sambutan hangat. Anda seorang pencari damai dan menikmati hidup secara sederhana. Anda mentukai jalur yang jelas dan cenderung menyukai pilihan yang mudah. Anda tidka ingin memilih sesuatu yang akan menyulitkan hidup anda, dan itu sah-sah saja. Orang di sekeliling anda menghargai anda sebagai pribadi yang sederhana dan apa adanya.


Pintu ke. 6:
Anda menikmai jalur lebih tenang. Anda dapat menghabiskan banyak waktu sendirian tanpa merasa sangat kesepian. Anda suka jalur yang pati dan tak banyak gangguan. Anda ingin memanfaatkan hal-hal yang ada dalam jangkauan anda dan menjadi bagian dari sekeliling anda. Kepribadian anda cenderung menjalani hidup dengan memikirkan semua tindakan dan pikiran secara hati-hati. Anda pribadi yang paling menghargai hubungan sejati dengan orang-orang pilihan dalam hidup.






Btw, gue pilih pintu no. 6

Pintu ini mirip-mirip lah sama gue. Gue pengin nikmati hidup ini dengan tenang, gak ada masalah, walaupun setiap orang punya masalah. Gue anaknya emang rada introvert. Gue suka menghabiskan waktu gue sendirian dan gue sama sekali gak merasa kesepian. Apalagi kalo ada Haruka sama Melody di samping gue.


Dalam menjalani hidup, gue memang selalu memikirkan semua tindakan dan pikiran secara hati-hati. Selain itu gue ini orangnya sangat menghargai hubungan. Entah itu pertemanan, atau pun pacaran. Ceileh pacaran.

Kalo lu gimana? Pintu nomor berapa yang lu pilih? Comment di bawah, yak!

sumber: lifestyle.liputan6.com

Kamis, 26 Mei 2016

WOTA UNPAM: Sebenarnya di Kampus Ini Banyak Wota

Seperti yang kalian ketahui, gue adalah fans JKT48. Buat kalian yang belum tahu, nah, sekarang udah tahu kan. Wkwk. Sungguh info yang tidak bermanfaat. Orang di luar sana menyebut kami Wota. Walaupun beberapa dari kami mengganggap kalo sebutan fans JKT48 itu bukan Wota, tapi Fans JKT48. Yaaa, gue mah ikut-ikut aja lah mau dipanggil apa aja, asal jangan dipanggil KPK. Oke!

Populasi Wota di Indonesia tiap tahunnya makin berkembang, makin banyak. Udah kayak butiran Rinso. Serius. Sayangnya beberapa diantara mereka lebih memilih untuk menutupi diri atau menyembunyikan identitas Wota-nya ketika di depan umum. Seperti seorang anak culun ketika di sekolah, tetapi di kamarnya banyak terpajang poster oshi.

WOTA UNPAM: Sebenarnya di Kampus Ini Banyak Wota, bocah bego, wotalay pamulang, wota pamulang, wota tangsel, wotalay tangsel, fans jkt48 unpam, fans jkt48 tangsel, bocah gila, banyak wota di unpam, butiran rinso, senpai unpam, senpai jkt48 unpam
Kayak gini
Di kelas, gue punya teman yang sama-sama suka JKT48, namanya Must dan Dhani. Di wallpaper hpnya, Must suka masang foto-foto Nabilah. Sedangkan Dhani, gue liat di grup, dia pake dp oshi. Dhani di kampus juga suka pake baju jeketi abal-abalan yang ada tulisan river, tapi selalu dia tutupin pake jaket.

Namun untuk diterima dalam pergaulan, Must dan Dhani mengurangi kadar ngidolnya di depan teman-teman. Beda banget sama gue. Teman gue ngomong apa, tetep aja gue ngemeng jeketi mulu wkwkwk. Imbasnya, teman-teman cewek gue pada ilfil sama gue.

Oke, gue gak papa

Alhamdulillah, masih ada teman cewek yang mau deket sama gue, walaupun itu cuma buat tugas doang. Tai lah.



Skip. Skip.

Suatu hari di akhir mata kuliah ManPro, tiba-tiba ada yang nyolek gue dari belakang. Dia nyolek sambil bilang, "Eh, lu kalo nonton jeketi, ajak si Must tuh. Kasihan dia, mau nonton juga haha" kemudian dia noleh ke belakang, ke arah Must. Gue noleh ke arah dia. Dalam hati, gue bilang, "Ini bocah siapa sih, gak jelas banget". Gue nyengir ke dia. Abis itu gue ngeloyor keluar kelas.

Di luar, ni bocah buntutin gue. Terus dia curhat tentang jeketi. Sedikit tentang ni orang, ternyata dia temannya Must di SMA dan dia anak semester 8 yang lagi skripsi + suka jeketi. Karena dia kakak kelas gue, mari kita panggil dia senpai.

"Eh, senpai, lu kemarin nonton jeketi di GBK?" tanya gue.

"Nonton donk!! Emang lu kagak nonton!?" tanya balik senpai.

"Kagak. Gue baru tahu kalo kemarin, satu hari sebelum konser, ternyata harga tiketnya turun. Yaahh, jadi gue telat banget. Yaudah kagak nonton." Gue menyesal.

Gue akui si senpai pengetahuan tentang jeketi, top banget. Mulai dari tim-tim jeketi, mantan member jeketi, sampai skandal member jeketi. Keren lu, senpai. Gue aja lagu jeketi gak semuanya tahu hehe. Senpai juga cerita awalnya dia gak suka jeketi. Dia suka jeketi gara-gara ceweknya yang suka jejepangan.
Mungkin storynya kayak gini:

Cewe senpai: Yank lu gak ngewota?

Senpai: Maksud lu apaan, Yank?

Cewe senpai: Itu lohh, ngefans sama jeketifortieg!?

Senpai: Ahh ngapain. Gue kan udah punya elu Yank hehehe

Cewe senpai: Ahhh elu, Yank. Bisa aja. Tapi gak papa kok. Nih, gue kasih liat Yank videonya

*Cewe senpai kasih video jeketi ke senpai*

Senpai: Uwoww!

Cewe senpai: Gimana Yank?

Senpai: Oke Yank! Mulai dari sekarang, gue bakal jadi Wota dan dukung jeketifortieg!


Semenjak mendapat dukungan dari pacarnya, Senpai jadi gila. Dia berubah jadi maniak jeketi.

Senpai gila ↑

Menurut gue si senpai ini beruntung banget dapet cewek yang ngedukung dia buat ngidol. Beda banget sama gue. Mantan pacar yang udah-udah pada demen sama kpop, sedangkan gue suka jeketi. Civil War udah, dah. Mungkin untuk tulisan kebencian (sebenarnya gak benci sih, cuma gak suka aja) gue akan kpopalayers gue tulis dipostingan lainnya.   

Senpai bilang, di Unpam sendiri banyak fans JKT48. Namun, seperti yang gue bilang diawal, mereka itu lebih suka nutupin identitas Wota-nya ketika di depan umum. Mungkin sama seperti Must, supaya diterima di pergaulan.



Hari berlalu. Keesokan harinya, jam ke tiga, gue ada kelas revisi di semester enam. Dosen ngasih kuis pake adobe flash. Pas ngerjain kuis, bocah dibelakang gue rame gitu. Nanya-nanya jawaban ke gue. Karena gue kakak kelas yang baik hati, yaudahlah gue kasih aja. Nah, gokilnya salah satu bocah yang nyontek ini ternyata demen sama jeketi.

Itu terbukti dari wallpaper desktop laptopnya. Dia bukan masang foto jeketi sih, tapi foto akebih. Ituloh sister groupnya jeketi yang ada di Jepang. Gak cuma wallpaper desktop, tapi icon desktop juga diganti sama muka member akebih. Bukan main, ckck.

Sebelum masuk ke percakapan gue sama ni bocah, mari kita identifikasi terlebih dahulu. Dari cara berpakaiannya, ni orang Otaku. Ituloh maniak anime gitu. Dia pake jaket Bartholomew Kuma, One Piece. Buat yang belum tahu Kuma, nih gue kasih pictnya:

Dia cuma pake jaketnya doang, kok.
Orangnya emang gede item gitu. Pas lah kalo dia mau cosplaya jadi Kuma. Yaudah kita sebut aja Kuma. Lagian gue juga gak sempet kenalan ama nih orang.

Gue: Eh lu suka jeketi, yak. *sambil ngeliatin laptopnya*

Kuma: Iya bang, hehehe.

Gue: Tapi kok ini mukanya akebih semua. *gue nunjuk-nunjuk icon desktop*

Kuma: Hehe iya, gue lebih ke akebihnya sih.

Sedikit catatan. Gue udah lama gak ngikutin akebih semenjak Mariko sama Tomomi keluar. Secara mereka itu oshi gue di akebih hehehe. Tapi gue masih menyisahkan satu oshi andalan gue, yaitu Paruru. Gue pun nanya kabar Paruru ke Kuma.

Gue: Eh, itu sih Paruru masih di akebih?

Kuma: Masih! Dia cakep tuh! Tapi kayaknya bentar lagi dia juga mau keluar.

Wahh, sayang banget. Oshi satu-satunya gue di akebih mau keluar juga huhuhu

Di kelas gue banyak nanya and sharing about akebih pada Kuma. Dan gue akui pemahaman dia akan dunia peridolan akebih sungguh luar binasa. Semua pertanyaan gue terjawab sama Kuma. Bener ternyata kata senpai. Sebenarnya di kampus ini banyak Wota. Dan gue ketemu sama salah satu Wota dari sekian banyak mahasiswa di Unpam.

Next, semoga gue bisa ketemu lagi sama teman-teman Wota lainnya di kampus ini. *Biar story WOTA UNPAM tetep lanjut*

Kalo kalian punya curcolan tentang jeketi, atau punya teman yang demen ama jeketi, atau jangan-jangan lu Wota sama kayak gue. Bisa tulis pengalaman kalian di komentar. Terima Kasih!


BONUS:

cantiknya haruka jkt48, animasi haruka jkt48, cerita tentang haruka jkt48, wota haruka jkt48, oshi gue, oshi gue haruka jkt48
Oshi gue~


Kamis, 19 Mei 2016

Kumpulan Meme Kocak Teletubbies

meme kocak teletubies, meme lala dibully, kekejaman teketubbies, meme tingkiwingky teletubbies, kelucuan teletubbies, meme lucu teletubbies lala, meme lala dibully, meme koplak teletubbies, meme ngakak teletubbies,lala teletubbies salah nama, meme salah nama teletubbies, meme lucu lala, Meme Teletubbies Lucu bikin Ngakak, teletubbies angry, teletubbies killer

Sekarang rame banget yak meme yang ngebahas Teletubbies. Gue buka instagram, eh, ada yang upload meme teletubies. Gue buka Facebook, eh, ada yang post meme teletubbies. Gue buka pintu toilet, eh, ada tai. TAI SIAPA INI!?!?!? KALO ABIS PAKE SIRAM WOYYY!?!!!

Kembali ke laptop. Gue akan menjelaskan awal mula kenapa meme Teletubbies sekarang ini lagi rame. Jadi begini ceritanya: Di meme ini mereka seperti biasa berkenalan, mulai dari Tingki Wingki, kemudian Dipsy. Disinilah terjadi kekacauan. Setelah Dipsy harusnya Lala, sayangnya Lala selalu salah dalam menyebutkan namanya. Hal ini membuat Po marah. Po kesal dan jadi baperan menghadapi Lala.

Berikut Kumpulan Meme Kocak Teletubbies:


meme kocak teletubies, meme lala dibully, kekejaman teketubbies, meme tingkiwingky teletubbies, kelucuan teletubbies, meme lucu teletubbies lala, meme lala dibully, meme koplak teletubbies, meme ngakak teletubbies
Dia malah nyanyi ("˘ _˘ ")
meme kocak teletubies, meme lala dibully, kekejaman teketubbies, meme tingkiwingky teletubbies, kelucuan teletubbies, meme lucu teletubbies lala, meme lala dibully, meme koplak teletubbies, meme ngakak teletubbies, lala teletubbies salah nama, meme salah nama teletubbies, meme lucu lala, lala jadi laler
(¬_¬)ノ*(`>˛<´)
lala teletubbies salah nama, meme salah nama teletubbies, meme lucu lala, lala teletubbies jadi caca handika, meme caca handika, meme lucu caca handika, meme kocak caca handika
Tabok aja Po, tabok (" `з´ )_,/"(`>_<´)

lala teletubbies salah nama, meme salah nama teletubbies, meme lucu lala, po teletubbies marah, po teletubbies marah sama lala
Dikatain babi (´(••)`)
lala teletubbies salah nama, meme salah nama teletubbies, meme lucu lala, lala jadi spongbob, meme lucu spongbob lala teletubbies, meme lucu spongbob teletubbies
Wkwkwk Po esmosi \(°△°!!)/


lala teletubbies salah nama, meme salah nama teletubbies, meme lucu lala, lala teletubbies jadi jablay, jablay teletubbies, meme lucu jablay teletubbies
Anjayyy ヽ( ・∀・)ノ┌┛Σ(ノ `Д´)ノ

Di sini ada yang namanya Icha? \(‾▿‾\)

lala teletubbies salah nama, meme salah nama teletubbies, meme lucu lala, pocong teletubbies, kumpulan pocong kocak, pocong teletubbies lucu, meme pocong
Pada jadi Cong Σ( ° △ °|||)



Susi (¯―¯)



meme kocak teletubies, meme lala dibully, kekejaman teketubbies, meme tingkiwingky teletubbies, kelucuan teletubbies, meme lucu teletubbies lala, meme lala dibully, meme koplak teletubbies, meme ngakak teletubbies,lala teletubbies salah nama, meme salah nama teletubbies, meme lucu lala, Meme Teletubbies Lucu bikin Ngakak, doraemon, meme doraemon, meme kocak teletubbies dan doraemon
Udah pindah Avengers aja, Po ┌П┐(︶へ︶ メ)



meme kocak teletubies, meme lala dibully, kekejaman teketubbies, meme tingkiwingky teletubbies, kelucuan teletubbies, meme lucu teletubbies lala, meme lala dibully, meme koplak teletubbies, meme ngakak teletubbies,lala teletubbies salah nama, meme salah nama teletubbies, meme lucu lala, Meme Teletubbies Lucu bikin Ngakak
Kimcil (✿◠‿◠)




meme kocak teletubies, meme lala dibully, kekejaman teketubbies, meme tingkiwingky teletubbies, kelucuan teletubbies, meme lucu teletubbies lala, meme lala dibully, meme koplak teletubbies, meme ngakak teletubbies,lala teletubbies salah nama, meme salah nama teletubbies, meme lucu lala, Meme Teletubbies Lucu bikin Ngakakm meme patrick di teletubbies, teletubbies patrick, meme ngakak, meme kocak
Wkwk ada Patrick ƪ(^▽^)ʃƪ(^o^)ʃ


meme kocak teletubies, meme lala dibully, kekejaman teketubbies, meme tingkiwingky teletubbies, kelucuan teletubbies, meme lucu teletubbies lala, meme lala dibully, meme koplak teletubbies, meme ngakak teletubbies,lala teletubbies salah nama, meme salah nama teletubbies, meme lucu lala, Meme Teletubbies Lucu bikin Ngakak, po teletubbies lupa nama, teletubbies lupa nama
Sekarang giliran Po yang lupa o(‾^‾)o


meme kocak teletubies, meme lala dibully, kekejaman teketubbies, meme tingkiwingky teletubbies, kelucuan teletubbies, meme lucu teletubbies lala, meme lala dibully, meme koplak teletubbies, meme ngakak teletubbies,lala teletubbies salah nama, meme salah nama teletubbies, meme lucu lala, Meme Teletubbies Lucu bikin Ngakak, bang ipul teletubbies, meme bang ipul teletubbies
Mampus Σ( ° △ °|||)( ° △ °|||)( ° △ °|||)( ° △ °|||)



meme kocak teletubies, meme lala dibully, kekejaman teketubbies, meme tingkiwingky teletubbies, kelucuan teletubbies, meme lucu teletubbies lala, meme lala dibully, meme koplak teletubbies, meme ngakak teletubbies,lala teletubbies salah nama, meme salah nama teletubbies, meme lucu lala, Meme Teletubbies Lucu bikin Ngakak, jangan bully lala teletubbies, meme jangan bully lala teletubbies
(Θ˛Θƪ)


meme kocak teletubies, meme lala dibully, kekejaman teketubbies, meme tingkiwingky teletubbies, kelucuan teletubbies, meme lucu teletubbies lala, meme lala dibully, meme koplak teletubbies, meme ngakak teletubbies,lala teletubbies salah nama, meme salah nama teletubbies, meme lucu lala, Meme Teletubbies Lucu bikin Ngakak, Po teletubbies baper, po teletubbies marah sama lala
┌П┐(►˛◄)┌П┐


meme kocak teletubies, meme lala dibully, kekejaman teketubbies, meme tingkiwingky teletubbies, kelucuan teletubbies, meme lucu teletubbies lala, meme lala dibully, meme koplak teletubbies, meme ngakak teletubbies,lala teletubbies salah nama, meme salah nama teletubbies, meme lucu lala, Meme Teletubbies Lucu bikin Ngakak, meme lucu teletubbies raisa, meme ngakak teletubbies raisa, meme gokil teletubbies raisa, meme koplak teletubbies raisa
Laisaaaa (ɔˆ ³(•˘▽˘•)


Wkwwkwk, meme yang mana yang menurut lu kocak? Komen di bawah, ya!


Sumber:
Google
Instagram
Meme Comic Indonesia

Kamis, 12 Mei 2016

Patah Hati Berawal Dari Mak Comblang

Dulu gue pernah di comblangin, salah satunya ketika gue baru duduk di bangku kelas 1 SMK. Dulu gue emang gak pernah berani buat nyatain cinta, gue lebih milih buat nutupin diri. Sekalinya naksir cewek, paling bisanya cuma ngintipin dia dari balik jendela, ngeliatin dia dari jauh, sambil terus kepoin segala aktivitas dia.

Waktu itu gue baru dibuatin facebook sama Abang gue. Gue coba iseng cari pertemanan di facebook, siapa tahu ada yang satu sekolahan sama gue. Maklum, baru satu bulan gue menginjakan kaki di sekolah sebagai anak baru, jadi gue masih belum kenal sama semua teman-teman satu sekolah. Gue udah mengirim permintaan pertemanan ke beberapa akun, sampai akhirnya permintaan pertemanan gue langsung ada yang dikonfirm. Ada salah satu akun yang menarik perhatian gue saat itu, sebut aja nama akunnya Kinar.

Kebetulan kita lagi sama-sama online, akhirnya kita chatting:


Kinar: tnx ya dah add salam kenal ya :)
Gue: iya sama2 :)
Kinar: nama lu siapa, gue Kinar
Gue: gue salam
Kinar: eh salam. lu anak dosqi juga ya?
Gue: hehe iya, kok lu tau dah hehe
Kinar: iya itu gue liat di profil lu
Gue: oh iya hehe
Kinar: gue juga anak dosqi
Gue: hah, dosqi berapa lu
Kinar: dosqi2

waktu itu sekolah gue masih bernama SMK Muhammadiyah 2 Ciputat, jadi nama gaulnya Dosqi2

Gue: wow berarti kita satu sekolah dong!
Kinar: haha iya :)

Setelah hampir satu jam kita chatting, gue baru tahu ternyata kelas dia tepat disamping kelas gue. Wow! Akhirnya kita memutuskan untuk ketemuan besok di sekolah, di jam istirahat.

Ke esokan harinya di sekolah. Tepat jam istirahat, gue mulai mencari tahu mana itu orang yang namanya Kinar. Gue ngintip-ngintip ke kelas sebelah lewat jendela, gue masukin tangan ke dalam jendela dan mencolek salah seorang di kelas tersebut, "Eh yang namanya Kinar mana?" tanya gue. "Hah Kinar.." ini orang kaget pas gue colek, "Hmmm.." orang yang gue colek itu mulai mencari, melihat kesegala arah di kelas. "Kayaknya gak ada deh, di kantin kali" lanjutnya. Ternyata si Kinar udah di kantin.

Akhirnya gue memilih buat nungguin dia, gue nunggu di depan pintu kelas gue. Beberapa orang udah mulai keluar dari kantin, gue terus ngeliatin apakah itu kinar atau bukan. Sampai akhirnya gue ngeliat orang yang gue yakini kalau itu si Kinar, dia baru keluar bareng sama teman sekelas gue si (sebut aja) Endil.

Si Kinar ini ternyata sadar kalo dia lagi gue liatin dari jauh, dia tiba-tiba langsung lari ke kelas sambil menutupi wajahnya dengan anduk berwarna merah. "Haiii!" panggil gue, sedikit jerit. Si Kinar sudah masuk ke dalam kelas. Gue mengintip lewat jendela, dia duduk, memalingkan mukanya dari gue. Gue terus mengintip dari jendela sampai bel tanda berakhirnya istirahat berbunyi.

Malamnya sehabis belajar, gue online facebook. Kebetulan Kinar lagi on.

Gue: eh lu kok gitu sih main kabur aja, katanya mau ketemuan :/
Kinar: ahh gapapa :)

Si Kinar gue tanya terus, eh dia jawabnya malah ngeles terus. Tuh anak kenapa ya?

Besoknya di sekolah, sehabis jam pelajaran pertama, gue ke tempat duduknya si Endil. Kebetulan jam pelajaran kedua gurunya lagi gak masuk. "Eh, Ndil, gue mau tanya dong!" gue duduk dikursi di depan meja Endil. "Ahh gue tauuuu lu pasti mau tanya tentang kinar kaaaaan" Endil menebak dengan tatapan curiga. "Hehe" gue nyengir. Di depan Endil gue menceritakan semuanya, awal mula gue kenal Kinar di facebook.

"Oohhh jadi lu kenal dia di facebook, terus kemarin itu lu janjian mau ketemuan" Endil mengambil kesimpulan dari cerita gue. "Ya begitu Ndil, tapi kok kemarin dia lari gitu ya?" Gue heran. "Mmmm, mungkin dia malu kali Lam" Endil mencoba menjawab. "Malu kenapa, Ndil?". "Ya malu lah lagi lu liatin gitu hahaha bego luuu" Endil noyor gue.

"hahaha tenang Lam tenaaang" Endil menjulurkan handphonenya ke muka gue, "Nih!". "Nih, nih, apaan!?!!?" gue masih gak ngerti, nih anak maksudnya apaan. "Aaahh begoooo liat baik-baik hape gue" Endil kesel, dia menjulurkan handphonenya tepat di muka gue. Gue baru ngerti, ternyata si Endil mau kasih gue nomornya Kinar. "Oh! Bentar Ndil, Bentarrr!" Gue langsung ngibrit ketempat duduk gue buat ngambil handphone di tas. "Udah Lam gue sms ke nomor lu aja deh" Endil langsung smsin nomornya Kinar ke nomor gue. "Ohhh thanks ya Ndil!".

Malamnya gue coba berani buat sms Kinar, gue lagi gak online jadi gue coba sms aja.

Gue: hy
Kinar: siapa ni
Gue: siapa hayooo
Kinar: najis lu
Gue: ini gue salam
Kinar: eh elu lam, sorry :)

Di sms kita jadi lebih akrab. Topik yang sering kita bahas gak lain dan gak bukan ya tentang sekolah. Gue suka nanya, dikelas lu ada pr gak, dia juga nanya gitu. Gak ketinggalan juga kita kalo sms suka ngata-ngatain. Mulai gue ngatain dia pendeklah, dia ngatain gue suka senyum sendirilah haha, seru aja. Gue baru bangun tidur siang, gue iseng aja sms dia. Bosen dengan sms, kita move ke chatting di facebook dan saling komen-komenan status.

Overall gue seru aja sih. Tapi kenapa ya, dia kalo di sekolah pemalu gitu, selalu nutupin mukanya kalo gak mulutnya pake anduk merah. Apa dia abis mandi, terus kurang buat andukan hehe

Di kelas gue coba tanya hal ini ke Endil. "Eh Ndil, itu si Kinar kenapa sih dia suka nutupin wajahnya pake anduk merah gitu?" tanya gue. "itu dia jerawatan Lam, mukanya jadi merah-merah gitu" jawab Endil sambil makan somay. Oalaaahhhh jadi karena jerawat.

Waktu terus berlalu, gue masih smsan sama Kinar tapi, di sekolah buat ngobrol berdua tetep aja susah karena dianya yang malu-malu kucing dan gue yang emang gak tahu malu. Sampai akhirnya kok gue jadi ngerasa aneh sendiri ya, kayak setiap gue sms atau chatting di facebook gue ngerasa senang. Apa gue lagi jatuh cinta? Apa gue jatuh cinta sama... Kinar?

"Duh kok kalo dipikir-pikir, kenapa gue akhir-akhir ini jadi resep sama Kinar ya?" curhat gue ke Endil lewat sms. "Mungkin lu suka kali Lam, ciehhhh" balas Endil. "Iya nih Ndil kayaknya lu bener deh, gue kayaknya suka sama Kinar" balas gue. "Jiaahhhh tembak aja Lam tembaaaaakk" balas Endil, ngomporin. "Begeeee tar dulu lahh, gue kan masih malu :(" balas gue. "Ohh, iyadehh. Eh tenang aja kali gue bakal bantuin biar lu berdua bisa jadian :)" balas Endil. "Serius lu?" balas gue. "Iye, gue bakal jadi mak comblang lu buat jadian sama Kinar. Tenang aja gue comblangin lu sampe bisa jadian haha ;)" balas Endil.

Waw. Gue bakal dicomblangin. Bagi gue ini bukanlah ide yang buruk

"Lam, abis uts kan kita semuanya mau pada ngambil nilai penjas di Senayan, nah lu bareng gue aja, tar si Kinar gua ajak juga buat barengan." Endil sms gue.

Akhirnya setelah uts berlangsung, waktu yang dinantikan tiba. Minggu pagi sekitar jam enam, kita semua (Gue, Endil, Pacarnya Endil(anak kelas 3), Teman pacarnya si Endil (anak kelas 3), Kinar, dan Cristanti (temen sekelas kinar)) berangkat ke Senayan naik metro mini 102. Sedikit catatan ini adalah pertama kalinya gue ke Senayan bareng teman-teman sekolah buat ngambil nilai.

Sesampainya di Senayan, kita beli tiket lalu langsung lari ngiterin lapangan ABC.

Gue duduk bentar. Hadehh ternyata lumayan juga ya ngiterin lapangan ABC. Btw, itu di depan banyak banget cabe-cabean yak hehehe. Oya, waktu itu belom ada istilah yang namanya cabe-cabean. Gue lagi duduk tiba-tiba ada yang nyautin gue, "woi Salaaaam!" Gue noleh, oalah ternyata itu si Sarip dan kawan-kawan, teman sekelas gue.

"Waahhh Salam, kita pada nungguin lu dari tadi di gang depan sekolah ternyata lu udah duluan. Parah lu" Sarip ngomel. "Wah iya lu Lam, kita ampe jam lapan nungguin lu!" Eki nyamber. "Wah parah lu, parah lu" Paksi, Aci, Emon, ikut-ikutan nyamber. Waduhhh gue gak enak banget sama mereka, lagi pula awalnya gue sama mereka juga gak janjian buat bareng, kan gue jadi bingung.

Tapi gue senang punya teman kayak mereka, walaupun gak janjian, tapi mereka tetap mau bareng sama gue, walaupun sebenarnya gue udah jalan duluan heheheh. Yaudah, akhirnya gue minta maaf sama mereka.

Setelah selesai ngambil nilai, gue dan rombongan (Gue, Endil, Pacarnya Endil(anak kelas 3), Teman pacarnya si Endil (anak kelas 3), Kinar, dan Cristanti (temen sekelas kinar)) main ke Blok M atau bahasa gaulnya Kelayaban.



Di Blok M kita udah kayak orang gila. Si Endil sama Cristanti loncat-loncat di jembatan penyebrangan sambil nyanyi-nyanyi. Norak banget. Sementara teman pacarnya Endil si anak kelas tiga, Glayutan di tiang-tiang sambil auoh-auoh gitu, kayak orang utan.

 

But, its fun! Hahaha!

Di Blok M kita ke gramed, beli buku? oh tidak baca doang haha!


siswa smk muhammadiyah 2 ciputat, siswa smk muhammadiyah 3 tangsel, smk muhammadiyah 3 tangsel ke gramedia, baca doang gak beli di gramedia
Endil, Kinar, Gue
gue gedek sama Cristanti, gayanya udah kayak sok hunting buku gitu. "Eh eh lu tau gak, gue kan lagi nyari buku bla bla... Eh buku ini bagus loh bla bla... ini buku yang gue cari-cari!" Cristanti antusias banget. Akhirnya dia dapetin buku yang dia cari, kemudian dia baca selama 20 menit. Lalu.."Eh, eh, gue udah selesai nih bacanya, pulang yuk pulang!" kata si kampret. Hahaha!


Sebenernya yang kayak gitu bukan Cristanti aja, tapi gue juga hahahaha. Kalo Cristanti kadang suka beli, dia juga baik, buktinya dia selalu minjemin gue komik conan keluaran terbaru. Beda banget sama gue, tukang pinjem yang sekalinya bukunya dibalikin, tuh buku udah kelipet-lipet wkwkwk.

Puas baca doang di Gramed, kita main ke Time Zone. Di Time Zone, gue main mobil-mobilan. Eh, enggak gue cuma numpang duduk hehehe.

siswa smk muhammadiyah 2 ciputat, siswa smk muhammadiyah 3 tangsel, smk muhammadiyah 3 tangsel ke gramedia, baca doang gak beli di gramedia, smk muhammadiyah 3 tangsel timezone
olelelele, pas di Time Zone :D
Sebelum pulang, kita makan somay dulu di deket SMA 6. Setelah itu baru deh kita pulang. Kita naik Metro yang arah Lebak Bulus. Gue duduk berdua sama Kinar, di samping gue Endil duduk berdua sama cowoknya, di depan gue, si Cristanti duduk berdua sama itu anak kelas 3, temen pacarnya Endil.

Gue ngerasa kalo perjalanan kita kesini, gue lebih suka pas pulang dari pada pas berangkat. Tadi pagi pas berangkat desek-desekan, berebut sama teman-teman kelas yang lain buat dapetin tempat duduk. Pas pulangnya ini lebih lega, apalagi bisa duduk berduaan gini. Tsahh!
 


Duduk berduaan kayak gini bikin kita jadi diem-dieman, sama-sama malu buat buka suara. Endil sms gue "Lam ayolah ajak ngobrol, ini saatnya!". Gue noleh ke Endil, si Endil melotot, tatapannya seperti berbicara "cepatan! cepetan!".

"Ehmm" gue mulai buka suara. Kinar masih diam menutupi mulut dengan anduk merahnya. Gue liatin dia lebih dekat.. lebih dekat... Plakkk! gue di tabok. "sakitttt" gue merintih sambil megang pipi bekas tabokan.

"Elunya sih. Huft." Kinar jadi bete. Gue pun mulai usil dengan merebut anduk merahnya Kinar. "Iiihhh Salam apa sih luuu" Kinar mencoba merebut kembali anduk merahnya. "Eittssh! Eittssh!" gue memainkan anduknya, Kinar mencoba merebut. "Iiihhh Salam maahhhh" Kinar mulai nyerah. "Iye nih niiiihhhh" gue mengembalikan anduknya. Kinar mendadak jadi super bete gitu sama gue. Abis itu gue rayu-rayu lagi, eh, dia ketawa hahaha.

Yes, gue berhasil.

Gue dan Kinar jadi semakin dekat, setiap hari kita smsan. Di facebook kita chatting and komenan terusss, pokoknya gue happy banget! "Wah bagus deh Lam berarti hubungan lu ada kemajuan setelah kita pulang dari senayan kemarin itu." kata Endil, menanggapi cerita gue. "Ya, gitu Ndil. Gue happy banget dah pokoknya" kata gue, sambil mengeluarkan kripik kemudian membuka bungkusannya.

"Nahh lu kapan nih nembaknya?" Endil nunjuk-nunjuk gue pake kripik. "Waduhh gue juga gak tau nih Ndil, lagi nyari waktu yang tepat" gue juga bingung waktu yang tepat itu kapan. "Wahh lu masa kalah ama Cristanti, dia udah jadian noh sama temen cowok gue". Busyet, cepet banget tuh bocah.

Si Endil mendorong gue untuk sesegera mungkin buat nembak Kinar. Posisi gue sudah seperti Soekarno yang didesak pemuda untuk segera memerdekakan Indonesia.

Dua minggu kemudian, di jam istirahat.

"Ehh Lam lu udah siap?" tanya endil sambil merapikan dandanan gue. Endil nyisirin rambut gue, benerin kerah baju gue, dia bener-bener udah kayak Emak gue. Bedanya si Endil gak pernah ngasih gue uang jajan. Gue narik napas, terus gue buang, "Gue siap!" jawab gue.

"Bagusss, kita tunggu sampai jam pelajaran ke tiga berakhir!" Endil menepuk pundak gue. "Oke, gue ikutin semua rencana lu" gue senyum pada Endil. "Yaudah sekarang lu ke kantin, beli apa kek buat kita makan" Endil tiba-tiba jadi sewot. "Entar kalo gue ketemu dia sekarang gimana!?" bantah gue, padahal duit gue udah pas banget buat ongkos pulang.

Endil berfikir lagi. "Iyedeh gue aja yang ke kantin, cepetan sini duit lu!" Endil menjulurkan tangannya. "Yaelahhh pakek duit lu dulu napah" duh, gimana dong. "CEPETAN!" Endil mendadak  jadi galak. "iyeh iyehhh" Gue memberi 3000 rupiah ke ni kutu kupret. Yah, pulang gue jalan kaki dah.


Detik terus berdetak tanpa henti menuntun jarum menit untuk segera maju ke angka berikutnya, sementara jarum jam hanya bergeser sedikit. Bel baru saja berbunyi tanda berakhirnya jam pelajaran ketiga. Guru bahasa arab bersiap meninggalkan kelas, sementara di kelas sebelah, semuanya sedang ada di lab karena pelajaran praktik komputer yang juga baru saja berakhir.

Endil mengintip dari jendela kelas memantau kearah lab, beberapa anak cewek sudah mulai keluar termasuk Kinar. Mereka hendak menuruni tangga. "Eh Lam, siap siap!" Endil memberi aba-aba. Gue kembali mengecek penampilan. "Lam dia udah masuk kelas, yaudah cepetan gih!" Endil ngedorong gue kenceng banget, gue sampe mo jatoh nyium lantai. "Eh, tikus santai dong!" gue hampir cidera. "hehehe" Endil nyengir.

Gue memberanikan diri buat masuk ke kelas sebelah. Gue langsung samperin Kinar yang lagi duduk di pojok sendirian. "Heyy" gue nyolek dia, kemudian duduk di depan mejanya. "Yee ngapain lu" dia menutupi mulutnya dengan anduk merahnya, hingga yang terlihat cuma matanya. "Gue pengin ngomong sesuatu nih".

"Apaaa" dia memalingkan pandangannya dari gue. "Yaelah lu nya liat gue apah" gue mencoba memegang mukanya supaya dia melihat kearah gue. "Iiiihhh apasii udah ngomong ajaa" dia menepis tangan gue. "iye iyee soryyy" gue menarik kembali tangan gue.

"Ehmm jadi gini Nar,.. sebenarnya gue..".

"CIE CIEE SALAM CIEEEEE!" teriak Aprilia, teman sekelas Kinar, memotong pembicaraan gue.

"ssssttt!!" gue melotot ke Aprilia.

"Iye iyeeee, cailah Salam, Salam" Aprilia ngeloyor keluar kelas.

Gue kembali fokus buat ngomong sesuatu ke Kinar.

"Nar.. Dari awal kita kenal sampai sekarang, gue ngerasa beda aja gitu.." Kinar masih diam.

"Apalagi kalo kita udah smsan, terus komen-komenanlah di facebook" lanjut gue.

"Sebenarnya gue...."




















"Suka.."



















"Sama..."



















"Lu.."




























Kinar jadi keget tiba-tiba gue ngomong begitu. Dia kembali terdiam. Gue gak habis pikir gue berhasil ngomong begitu ke Kinar. Gue mengambil nafas dan kembali melanjutkan, "Lu mau gak jadi pacar gue?" yaps, gue nembak dia.

Muka Kinar langsung memerah, dia buru-buru menutupi dengan anduk merahnya. "Hehh jawab doong" kata gue sambil mencoba merebut anduknya. Kinar kembali menepis tangan gue. Dia masih terdiam. Akhirnya gue juga ikutan diam. Kita sama-sama nunduk. Gue kembali menegakkan kepala dan alangkah kagetnya ternyata teman-teman cewek pada ngintip dari jendela.

Karena malu, yaudah akhirnya gue keluar dari kelasnya Kinar. "CIE CIEEE SALAAAAM!"
kompak cewek-cewek teman sekelas kinar nyorakin gue.

Di kelas gue, Endil langsung ngedeketin gue "Eh Lam gimana! Gimana!", "Ya, gak gimana gimana Ndil, gue udah nembak dia, tapi dia belum kasih jawaban apa-apa" jelas gue.

Besoknya gosip udah menyebar kemana-mana. "Ciee Salam jadian ama Kinar, selamat yaaa", "Ciee Salam, selamat yaaa", "Selamat ye Laaam", "Ahh gaya lu sekarang udah punya cewe, weeh selamat ya Lam" teman-teman pada nyalamin gue. mereka gak tahu padahal gue sama kinar bener-bener-belum-pacaran. Gue coba cek kelas sebelah, ternyata bener, Kinar juga digituin sama teman sekelasnya.

Malamnya, gue smsan sama Kinar. Gue tanya apakah dia risih digituin sama teman-teman? Kinar jawab, ah engga biasa aja. Ya syukurlah gue takutnya si Kinar bakal risih, ngurung diri di kamar, terus gak mau masuk sekolah, kemudian ke esokan harinya dia ditemukan tewas gara-gara ngemil obat nyamuk batangan.

Kok, jadi serem gini.

Kita berdua jadi semakin enjoy walaupun status kita bener-bener-gak-jelas.

Semuanya terus berlanjut, orang-orang mengira kalo kita berdua bener-bener pacaran, padahal sebenarnya kita berdua bener-bener tidak pacaran.

 Aku rapopo :')

Sampai suatu malam, kita berdua kebetulan lagi sama-sama on facebook dan kita chatting-chattingan. ditengah chatting gue punya ide, gue harap kinar setuju dengan ide gue itu.

Gue: Nar gue punya ide nih
Kinar: hah ide apaan, aneh aja lu Lam
Gue: yaelah dengerin dulu lah, gimana kalo status kita di facebook berpacaran
Kinar: hah gile aja lu,,,
Gue: iya udah kalo gak mau juga gapapa, gak maksa kok gue
Kinar: iyaudah gapapa
Gue: gapapa apa maksudnya Nar?
Kinar: yaudah kita berpacaran di facebook
Gue: hah.. seriuss
Kinar: mau gak..
Gue: iye iye bentarrr,,

Yes! Kinar mau. Gue langsung edit info di profil. Hubungan gue yang awalnya lajang, gue ganti jadi berpacaran. Berpacaran dengan siapa? Langsung gue tag ke facebooknya Kinar.

Gue: eh Nar tinggal lu konfirmasi tuh,..
Kinar: oke.. bentar..

Akhirnya kita jadian di facebook. Teman-teman di facebook nanggepnya pada serius. Gue masih belum tahu apakah Kinar juga Serius? Gue selalu bertanya sama Kinar, sebenarnya hubungan kita ini apa? Apakah kita sudah benar-benar pacaran atau hanya... Teman biasa? Sampai pantat gue berbusa, kinar tidak pernah menjawab pertanyaan itu.

Dua minggu kemudian. Pada malam hari, sehabis belajar, tiba-tiba Endil nelpon gue.

Endil: halo
Gue: iya halo
Endil: lagi apa Lam?
Gue: baru selesai belajar
Endil: weeyyy anak rajin ni yehh
Gue: ah engga cuma formalitas itu mah biar keliatan orang tua wkwk. Padahal mah dibalik buku yang gue pelajaran yang gue baca ada komiknya wkwkwk
Endil: hahaha parah lu
Gue: hehe selaw aja kali
Endil: eh eh Lam ada yang masuk nihhhh
Gue: hah masuk apaan?
*tidak diketahui*: haloooooo
gue: buset, itu siapa dah
*tidak diketahui*: tebak gue siapa hohoho
gue: Endil kemana sii, ett bujuk dah
*tidak diketahui*: Endil, gue makan. hahaha
gue: lu siapa?
*tidak diketahui*: tebak gue siapaa?
gue: siapa lu? orang gila yak hahaha
*tidak diketahui*: ettt dahh,, ini gue orang paling ganteng di tkj2 haha
Endil: prettttt
gue: kemana aja lu Ndil. terus ini siapa dah
endil: itu si Joe, Lam haha 

(sebut aja) Joe. Joe adalah ketua kelas di (kelas gue) TKJ 2 (buat teman-teman sekolah gue yang baca blog ini, pasti lu tahu siapa Joe :))). Jadi di telpon: *tidak diketahui* = joe

gue: ahh kampret, gue kira lu siapa.
Joe: haha sorry Lam.
gue: ehh Joe, jadi lu lagi sama Endil sekarang
Endil: engga laam, ini kita lagi nelpon bertiga

ternyata kita nelpon bertiga, gue belum tahu caranya gimana, yang pasti Endil lagi banyak duit buat beli pulsa.

Endil: eh Lam malem minggu main yukk
gue: main kemana
Joe: ke villa dago aja
Endil: iya villa dago aja
gue: buset, ngapain kesana. mau pada pacaran yak lu
Joe: yomaan hahaha
Endil: iya Lam hehehe mau gak
gue: duhh gimana ya, lu sih berdua enak punya pacar. nah gue?
Endil: itu ajak Kinar aja
Joe: iyee sama kinar ajaaa, lu kan berdua jadian cie cie cie
gue: hadehhh, kayaknya susah deh Joe
Endil: yaudah entar kinar gue yang ajak, kalo gue yang ajak pasti dia mau
gue: yaudah coba aja Ndil
joe: okehh sampai ketemu malem minggu ya jam lapan di villa dago, jangan lupa!



Malam minggu pun tiba. Sesuai janji, sebelum jam delapan gue udah siap-siap. "Salam salaaam" Emak nyautin gue dari belakang. "Apaaaan!" mulai deh pasti mau ngeganggu. "Temenin Ibu yuk ke Pamulang" pinta Emak. "Gak ah mau pergi" tolak gue, parah banget ya gue :(

"Kamu itu apasih disuruh orang tuanya juga bla bla bla.." Emak ngejewer gue sambil ngomel-ngomel gitu. Yaudahlah gue juga gak bisa berbuat apa-apa lagi. Akhirnya gue nemenin Emak gue ke Pamulang buat belanja.

"Laaaam lu dimana, kita semua udah pada kumpul niiii." Endil sms gue. "Bentar Ndil, gue lagi nemenin Emak gue nih. Gue lagi di Pamulang juga" balas gue. Duhh gak enak banget nih gue, teman-teman udah pada nungguin. Gue ngeliat jam di handphone, jam sudah menunjukkan pukul 20.39 wib.

"Bu udah ya Bu, yuk pulaaang." gue narik-narik Emak gue yang lagi liat-liat belanjaan. "iya iyaaa sebentar" kata Emak gue yang masih pilih-pilih barang. Dengan kesabaran tingkat dewa, gue dan Emak gue akhirnya pulang.

Setelah nganterin Emak gue pulang, Gue langsung ngebut ke Villa Dago. Selama perjalanan, handphone di saku terus bergetar, gue tahu itu pasti dari si Endil. Dengan seluruh jiwa raga, akhirnya gue sampai di Villa Dago.

"Laaam Laaaaam" seseorang memanggil gue. Gue planga-plongo mencari sumber suara tersebut. "Laaam disini!!" suara itu berteriak. Gue melihat ke ujung, terlihat dua sosok bayangan, yang satu melambai sambil lompat-lompat, yang satu lagi duduk di atas motor. Akhirnya gue samperin dua sosok gaib tersebut.

Sosok kedua bayangan itu adalah Endil dan cowoknya, si anak kelas 3. "Ehh yang lain mana?" tanya gue pada Endil. Belum sempat menjawab, si Joe datang sambil mainin knalpotnya. Joe bersama pacarnya. "eh terus si kinar mana?" tanya gue. Endil sama Joe saling pandang-pandangan.

"Ehh jawab dong, lu berdua kenapa dahh?" gue merasa ada yang aneh sama mereka berdua, kayaknya ada yang mereka tutupin dari gue. "Woy Ndil jawab oyyy!" gue memegang kedua pundak Endil, berharap dia mengatakan sesuatu tentang Kinar. Endil menunduk, dia tidak menjawab apa-apa. Gue berbalik, "Joe!?!" gue memandang Joe dengan serius. Joe juga terdiam dan menunduk.

"Ndil.." gue berbalik lagi ke Endil. "Iyaaaa, itu Lam dia disanaa.." Endil menunjuk arah depan. Gue coba ke depan dan gue melihat dua sosok di sana. Gue bertanya dalam hati, apakah itu Kinar? kalo iya, lalu sama siapa? Gue coba terus melangkah ke depan, dan..  "udah Lam" joe menahan gue. "dia sama cowoknya Lam" tambah Endil dari belakang.





















































DUARRRR!!!
Gue bener-bener kaget, mendengar endil berkata seperti itu. Gue shock, gue gemeteran, tangan gue mengepal, poni gue nutupin mata, gue seperti dipermainkan, disitu gue benar-benar marah.

mangekyo... sharingan!
"Udah Lam!!" Joe terus menahan. Kinar sesekali melihat ke arah gue, Sementara cowoknya masih asyik menghisap rokok. Gue mendorong Joe hingga jatuh, Joe langsung bangkit kemudian meraih kerah baju gue dan berbisik "Lam, udah cukup.." Joe menatap gue dalam-dalam. Gue menepis tangan Joe. Endil langsung meluk gue, berharap tidak terjadi sesuatu yang lebih dari ini.

"Udah Lam sabar yah, gue gak tahu bakal kayak gini." Endil nenangin gue. Endil juga bilang ternyata pas perjalanan gue kemari, Endil miscallin gue terus cuma mau bilang jangan kesini, soalnya si Kinar kesini gak sendirian tapi, juga sama pacarnya. 

Gue bener-bener sedih. Gue bener-bener sudah dipermainkan, entah itu dipermainkan sama Endil atau sama Kinar atau.. sama kebodohan gue akan cinta. "Sorry Lam, gue juga gak tau ternyata si Kinar udah punya cowok" Endil tertunduk dan menggenggam tangan gue dengan erat. Gue diam mendengar kalimat yang barusan diucapkan Endil. Handphone gue tiba-tiba berbunyi, ternyata ada sms dari orang rumah, yang isinya gue disuruh pulang.

Gue kembali berdiri, kemudian menyalakan motor. "Mau kemana Lam?" tanya Joe. "Mau balik nih, gue disuruh pulang" gue kasih liat sms yang tadi ke Joe. "Eh jangan pulang dulu, tadi si Agustin (cewek, temen sekelas gue) sms gue mau kesini, lu jemput dia dulu ya" kata Joe, membuka handphone. Gak lama Joe bilang begitu, agustin sms gue: "Salaaam, lu jemput gue yah, gue tunggu di Ramayana Ciputat. Gak pake lama!". Buset, lu kira gue tukang ojek pribadi lu! Gue lagi patah hati ini! Dumel gue dalam hati.


Setelah pamitan sama Endil, Joe, dan pacar mereka, akhirnya gue pulang. Jemput Agustin? Bodo amat. Diperjalanan pulang tak hentinya gue meneteskan air mata. Ingatan tentang pertama kali gue kenal sama Kinar muncul kembali sepanjang perjalan menuju rumah.




Sesampainya di rumah, gue langsung cuci muka, terus selimutan di kasur. Dibalik selimut, gue kembali meneteskan air mata. Gue menyalakan handphone kemudian online facebook dan gue mengubah status hubungan gue dari berpacaran dengan Kinar, menjadi lajang.

Gue kesel, handphone pengen gue banting, cumen gue mikir lagi, gue udah gak punya duit lagi buat beli handphone baru. Gak jadi deh. Huhuhu!


Pagi harinya, handphone gue penuh dengan sms dari Agustin, yang isinya ngomel-ngomel. Mulai dari "Lu udah dimana Lam? Cepetan dong!" sampe.. "Eh monyet lu dimana!? Gue udah nunggu sejam ni!". Agustin beneran marah sama gue. Selain sms dari Agustin, gue mendapat sms dari Kinar, yang isinya: "salam, gue minta maaf ya blablablabla..... :'(".

Seninnya di sekolah. Sebelum gue memasuki kelas, gue disambut oleh Sarip, Emon, Agus dan lainnya, yang lagi duduk di pinggir lapangan, depan kelas gue. Sambil melambaikan tangan ke kanan dan ke kiri layaknya alay disebuah konser, mereka kompak bernyanyi "Baruuuu kusadariiii cintaku bertepuk sebelah tangaaaan, kau buat remuk, seluruh hatikuuuuuu! seluuuruuuuh haaatiikuuuu~".


Ternyata berita tentang malam minggu gue udah kesebar. Gue lagi patah hati, terus gue dicengin. Itu sakitnya dobel, men! Teman-teman di sekolah pada ngecengin gue "Cielah patah hati ni yeeeee,". Bahkan si Agus marah-marah ke gue "Eh lu gimana sih! Lu itu lagi patah hati, sedih dong! Sediiiiihhh!".  Sampe si Agus jadi heran sendiri "Orang mah sediiih, ini malah cengar-cengir, heran gue jadinya ckckck". Yang udah kenal gue lama pasti tahu, kalo gue orangnya emang gini (nyengir mulu).

gue emang gini orangnya
Di kelas, Endil cerita kalo setelah malam itu, Kinar curhat. "Lam sebenarnya tuh si Kinar suka juga sama lu, cumen dia ga mau ngelepas cowoknya juga" jelas Endil, mengutip dari curhatannya bersama Kinar. Gue yang mendengar itu cuma bisa bengong. Endil menatap gue, menunggu gue berkomentar tentang hal itu. Gue cuma bisa geleng kepala, tanpa mengatakan sepatah kata. Kemudian gue capcus ke toilet.


Di toilet, gue berpaspasan dengan Joe. "Lam.." sapa Joe, dengan rawut wajah gak enakkan (tampangnya dari dulu emang gak enak hehe, maksudnya dia gak enakkan sama gue). Kita berdua berhenti. "Gue..." lanjut joe dengan terbata-bata. sambil menepuk pundaknya, gue bilang "Udahlah Joe, selaw aja kali". "Laaaam.." Joe makin gak enak sama gue. Gue kembali melangkah melewati Joe.

 Aku rapopo Joe :')

Di toilet, gue langsung kencing. Kebetulan nih toilet lagi sepi, momen kayak gini harus gue manfaatin buat ngelampiasin kegalauan. Disitu akhirnya gue menangis. Gue nangis, kenapa yaaa cinta gue kayak gini. Gue kenalan sama cewek di facebook, ternyata kita satu sekolahan, kita sering komunikasi sampai akhirnya bisa jalan bareng, lalu gue naksir, gue punya teman, kebetulan teman gue temennya dia juga, akhirnya si temen gue yang temennya dia juga jadi mak comblang buat comblangin kita berdua.

Waktu yang dinantikan datang, gue akhirnya nembak dia, dia gak jawab apa-apa. Yaudah kita jalanin aja. Si mak comblang yang teman gue temannya dia juga ini ngajakin jalan pas malam minggu. Pas malem minggu ternyata si cewek comblangan gue ini jalan ama cowoknya.    

Allahu Akbar.


 "Woy Salam ngapain luh!" kejut Agus. Dafuq, gue kaget banget. Gue buru-buru cuci muka, gue gak mau Agus tahu kalo gue barusan nangis. Pas cuci muka, gue lupa kalo kencing gue masih ngocor, alhasil jadi tumpeh-tumpeh blepotan di celana. "Salam lu kenapahhh!??" tanya Agus, lebay gitu. Dia mendekat. "Ah gapapa" jawab gue, sambil lapin muka. Gue langsung kabur ninggalin Agus di toilet.

ahh gapapa

giveway zamzamblog, pameran patah hati


Buat kamu yang patah hati, yuk pamerkan patah hati kalian dengan cara ikutan give way Pameran Patah Hati!