Jujur. Gue sendiri pernah berak di celana. Kejadian memalukan yang
hampir membuat gue ingin bunuh diri dengan cara ngemut bangku sekolahan
ini terjadi ketika gue duduk di bangku kelas 1 SMP. Saat itu dunia sedang dihembus angin perubahan. Ya, perubahan dari dulunya gue cuma anak SD yang sekolah gak pernah pakai sempak, kemudian menjadi anak SMP yang
pakai celana panjang berwarna biru. Semua terasa menyenangkan, gue
punya banyak teman baru. Tiap istirahat, kita jajan bareng. Ke toilet,
bareng (Gak satu toilet berdua ya, tapi cuma minta tungguin aja. Gue
rasa lu juga pernah minta tolong temen lu ke toilet cuma untuk nungguin
lu berak).
Rambut klimis belah pinggir, celana biru yang khas, baju dimasukin
rapih, ransel di punggung, sambil mencium tangan kedua orang tua, gue
memutuskan untuk berangkat sekolah. Jarak dari rumah ke sekolah tidak terlalu jauh, jadi gue selalu jalan kaki. Kehidupan SMP gue pun dimulai.
7-1 adalah kelas pertama gue. Awalnya gue termasuk anak yang pemalu,
namun lama-lama kebringasan gue keluar juga. di 7-1 gue tergabung dalam
sebuah genk. Aktivitas yang sering genk kami lakukan ialah ngumpul
bareng, istirahat bareng, ke kamar mandi juga bareng (minta tungguin).
Diantara anggota genk yang lain disini gue mau cerita sedikit mengenai
Yoyo.
Yoyo adalah anak yang bego, kocak, sedikit sok, dan suka bermasalah. Di
genk, dia adalah salah satu orang penting karena dia ikut berperan
mendirikan genk. Gue cuma ikut-ikutan aja. Hubungan gue dan Yoyo selalu
baik. Gue kadang suka jajanin Yoyo, Yoyo jajanin orang lain, dan gue
cemburu, besoknya gue minta putus.
Gak, deng.
Gue menganggap Yoyo sebagai sahabat gue banget!
Kita saling tolong-menolong begitupun juga dengan anggota genk lainnya.
Namun suatu insiden terjadi pada diri gue, yang membuat gue jadi males
sama si Yoyo. Yoyo udah mengkhianati gue.
Gue lupa waktu itu pelajaran apa, yang pasti susah banget. Saat itu
kebetulan temen sebangku gue lagi gak masuk, jadinya gue duduk sendiri,
sedangkan Yoyo duduk di belakang gue, sendiri juga. "Yo, maju kedepan
sama gue sini." ajak gue pada Yoyo. Yoyo maju kedepan. Gue kembali fokus
mengerjakan soal di buku LKS, sementara Yoyo malah ngegambar di buku
catatannya. Sebenarnya ini anak emang sama sekali gak niat sekolah.
"Lam udah belum?" Tanya Yoyo, matanya mendelik mencoba melihat jawaban gue.
"Belum Yo." gue mulai stress, garuk-garuk kepala.
Sepertinya menyuruh Yoyo duduk di sebelah gue merupakan ide yang buruk.
Udah buntu mau jawab apalagi, tiba-tiba gue merasa ada yang gak beres
sama perut gue. "Lam lu kenapa!?!" Yoyo sedikit panik melihat ada yang
tidak beres sama gue. Gue menunduk, memendamkan wajah gue ke meja sambil
menutupinya dengan tangan kiri sedangkan tangan kanan megangin perut.
Anjing. Gue sakit perut!!! Sakit banget!! dan tiba-tiba.. PROTTT!!
"Apaan tuh," gumam gue dalam hati. Jangan-jangan... PRAT! PROT! PRET!
Sudah terlambat. Gue udah berak di celana.
Dan inilah Yang Dirasakan Ketika Berak di Celana!
1. Lembek-lembek Geli
Sensasi ini bakal lu dapatkan ketika tai yang pertama udah keluar.
2. Gak Percaya
Lu bakal gak percaya apa yang sedang terjadi sama diri lu sendiri kalo lu lagi berak di celana.
3. Berharap Semua Ini Hanyalah Mimpi
Tenang aja, lu berak di celana sebenarnya cuma mimpi. Tenang aja.
4. Sedih
Ternyata ini kenyataan.
"Ih kok bau dah!"
"Siapa nih yang kentut!"
"Eh, ini bau tai!"
"Siapa nih yang berak!"
"Hahahahaha!"
seisi kelas langsung rame. "Idih! Ini siapa yang berak dah, bau banget!"
sewot Yoyo sambil memencet hidungnya. Yoyo masih belum sadar kalo yang
berak itu gue. "Yo.." gue memandang Yoyo dengan tatapan lemas, "Tolong
anterin gue ke toilet dong." "Mau ngapain lam?" tanya Yoyo, masih belum
curiga. "Berak Yo." jawab gue, apa adanya.
"LAM LU BERAK!?!!" sewot Yoyo, masih gak percaya. Sekelas langsung
nengok ke gue. Bego nih anak. "Ayo Yo, anterin gue!" Gue langsung narik
tangan Yoyo. "Ih! Ogah!" Yoyo menepis tangan gue. "Idiiih! Salam Berak
di celana hahahaha!" Yoyo menyoraki gue. Yoyo menkhianati gue. Gue benci
elu Yo!
Akhirnya gue disuruh pulang. Pulang dengan celana blepotan tai. Ah, sudahlah.
Semenjak lulus SMP dan sampai sekarang, gue belum ketemu lagi sama si Yoyo.



