Di penghujung tahun 2019 gue memanfaatkan masa cuti yang kalo gak dipake bakalan hangus. Sebelumnya gue duah ngerencanain kalo mau pulang kampung ke Pagar Alam, tapi makwoh (tante) gue bilang jangan kesini dulu, soalnya di sana lagi musim harimau turun gunung dan hutan masuk ke pemukiman warga. Katanya udah banyak warga yang meningal akibat terkaman harimau. Kerena berita itu, gue gak jadi kesana.
Gue pun iseng-iseng scroll di facebook, btw gue ikut grup backpacker-backpacker gitu. Di grup itu ada yang mosting ajakan kemping di pantai jogja. Karena merasa tanggalnya pas, gue pun join masuk grup wasssapnya.
Gue otw pada hari sabtu (21/12) naik bus dari terminal pondok cabe. Awalnya mau naik kereta, tapi udah full booked, chuy. Ada yang mahal hampir sejutaan anjir hahaha. Gue kan anaknya ekonomis banget. Btw ini pertama kalinya gue naik bis/angkutan umum dari terminal pondok cabe.
Ada cerita unik lagi nih, jadi jadwal keberangkatan bisnya tuh jam 16.00 ya. Setelah solat ashar (15.25) gue masih ngegame di pc gue hahahaha 😂 Gue baru sadar pas jam 15.50 anjir. Sedangkan jarak tempuh rumah gue ke terminal pondok cabe tuh makan waktu 20 menitan itu belum + macetnya. Yowes, gue langsung otw dong pesen gojek.
Di gojek gue minta abangnya buat cepetan "Bang, bang cepetan!". Sampe lah gue di terminal pondok cabe itu jam 16.10 anjir. Gue bingung, dan bodo lah gue lari aja. Sampe lah tuh gue di depan meja agen sumber alam. "Mas bus sumber alam jurusan ke jogja mana!?" gue ngos-ngosan. "Itu mas langsung turun aja kebawah!" kata mas-masnya.
Gue lari anjir. Hape bunyi, gue angkat "Ya halo!". "Pak bapak dimana, pak!?" kata orang di seberang telepon sana. "Saya udah di sini pak" Di sini mana gue juga gak ngerti anjir 😠taunya ada bis lewat depan gue, tulisannya Ciputat - Jogjakarta. "Nah ini nih.." pikir gue. Pak Kenek keluar dari bis, "Pak Salam ya?" katanya. "Iya pak ðŸ˜" Gue pun naik.
Ternyata perjalanan bis itu lebih lama ya dari naik kereta (yaiyalah! Plak! 💫 ) Gue waktu itu naik kereta ke jogja cuma 8 jam, ini 16 jam.
Sesampainya di jogja, gue nginep semalam. Besoknya, gue ketemuan sama mas Aep di halte Malioboro. Gue sama mas Aep ke Prambanan naik bus trans jogja, disana meeting point kita. Setelah 2 jam menunggu (Mas wahyu baru bangun) akhirnya mobilnya mas Wahyu datang. Di dalam mobil ada 4 orang, mas wahyu, mas Anto, Florian, dan Clau. Di tambah 2 orang, gue dan mas Aep. Kita otw pantai ngetun, gunung kidul.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam dari prambanan, kita sampai di pantainya. Matahari mulai terbenam. Kita langsung membangun tenda.
Kiri, mas Wahyu. Topi merah, Florian.
Yey, tendanya jadi. Kita pake 3 tenda. Yang merah punya Mas Anto, yang kuning sewa, satu lagi, lagi disapin sama ibu yang punya tenda (sewa juga).
Menikmati sunset. (kiri ke kanan: Mas Wahyu, Mas Anto, gue, Clau, Florian)
Malam harinya kami mempersiapkan makan malam
Setelah menyantap makan malam, kami menyeruput kopi. 1 orang datang menyusul, yaitu Mas Narumi, seorang backpacker yang menggunakan sepeda motor. Sambil menikmati deru angin, kami saling bercerita satu sama lain. Gue sangat seru mendengarkan pengalaman mas Narumi yang ngebolang dari Bogor sampe NTT menggunakan sepeda motor. Mata gue mulai ngantuk, gue masuk ke tenda. Hujan mulai rintik, mereka yang di luar pun masuk tenda.
Pagi harinya..
mataharinya belum nongol
Di atas tebing yang ada di pinggir pantai
personel lengkap (kiri ke kanan): mas Narumi, mas Wahyu, gue, mas Eep, Florian, Mas Antok, dan clau