Asli. Belakangan ini, bahkan berbulan-bulan terakhir gue jadi sering nge-play lagu-lagunya JKT48. Entah itu lewat hape, laptop, apapun itu. Bahkan pas hape gue mati and laptop gue modar, gue maksa temen gue untuk minjem hapenya cuma buat dengerin si Nabilah dan cewek-cewek genknya nyanyi, kemudian gue teriak OY! OY! OY! Kalo di hape mereka gak ada lagu JKT48, gue marah-marah, abis itu maksa buat download.
Sehari gak denger mereka nyanyi itu, susah banget, kayak kita pengin dengerin lagu JKT48 tapi gak ada media untuk nge-play lagunya. Selain lagu-lagu JKT48, gue juga suka ngoleksi foto-foto membernya. Tidak jarang foto mereka menghiasi wallpaper hape and laptop gue. Kalo gak ada orang yang ngeliat, biasanya gue suka nyiumin foto-fotonya.
Orang yang demen atau fans sama JKT48 disebut Wota. Dan gue bukanlah Wota. Semua itu terbukti dengan gue gak punya lightstick, gak pernah nonton teater karena gue emang gak punya duit, lagunya masih banyak yang gak apal, member yang gue tau juga cuma itu-itu aja yang cakep, dan gue gak punya baju JKT48. Terakhir gue nonton JKT48 di Alam Sutera, gue malah pake baju The Beatles.
A photo posted by salam lil alamin (@salaminzaghi) on
Untung para Wota gak berjiwa sparta kayak suporter bola
Gue masih belum cukup modal untuk menjadi Wota sejati. Walaupun begitu, gue tetap cinta sama JKT48. Berbeda dengan Wota, gue adalah Wotalay. tapi gue berbeda sama Wotalay yang disebutkan di bawah ini:
Wotalay adalah: fans jkt48 yng sok tau bngt tntang jkt48, dan sok dewasa, suka menghina fans yng laen, sperti kalian smua ini bisa dkatakan wotalay!
Dikirim oleh Fans Cindy gulla JKT48 Forever pada 2 Juli 2013
Gue gak sok tau about JKT48, gue sharing about JKT48 yang bener-bener gue tau aja, kalo ada yang salah, kan kita bisa diskusiin sambil minum kopi
Sok dewasa? Waduhh, gue gak kayak Mario Teguh yang suka nasehatin orang.
Menghina fans lain? Gak ada untungnya buat gue, cuy.
So. Gue gak seperti itu. Walaupun gue kadang kepikiran, kok gue jadi pe'a gini yak asli goblok banget gue hahaha. Tapi entah kenapa gue jadi happy aja gitu. Mungkin bener, gue sepertinya udah terkena genjutsu. Genjutsu JKT48.
Gak tau dah tuh story mau gue lanjutin atau enggak. Ditunggu aja deh, kalo gue kilap, berarti tuh story bakal lanjut hehehe. Ternyata kekilapan gue gak cukup sampai disitu. Gue juga bikin vlog about konser JKT48 di Alam Sutera. Ya Salaam. Berikut vlog yang gue bikin pas baru bangun tidur langsung kerasukan bikin nih vlog.
Begitulah keseruan gue di malam tahun baru. Kalo kalian punya pengalaman dengan JKT48 atau Wota, coret-coret yak di kolom komentar!
Setelah terakhir gue nonton The Last: Naruto The Movie, kemudian tiba-tiba muncul pengumuman bahwa bakal ada movie baru Naruto yaitu, Boruto: Naruto The Movie. Dan.. Kemarin gue baru aja kelar nonton ni movie hahaha. Keliatannya sebentar gitu yak, baru muncul pengumuman, eh, gue langsung nonton. Padahal gak sesimpel itu.
The Last: Naruto The Movie tayang di Indonesia sekitar April 2015, dan gue baru nonton ni movie sekitar November 2015. Sebenarnya Juli 2015 gue udah bisa nonton, cuman karena dubingnya korea, jadi gue tunda dulu. Berasa kurang resep aja kalo gak ada dattebayo-nya Naruto di dub jepang hahaha. Nah, Pas November entuh, baru temen gue ngasih yang dub jepangnya. Kayaknya udah telat banget kalo gue ngeriview The Last: Naruto The Movie
Mari, diintip dulu Trailernya:
Yosh! Mumpung masih fresh. Masih inget di kepala. Masih kebayang-bayang. Baiklah, daku akan meriview Boruto: Naruto The Movie
Movie ini bisa dibilang sekuel atau lanjutan dari The Last: Naruto The Movie. Di opening, kita akan disuguhkan pertarungan antara Sasuke dengan musuhnya yang merupakan klan Kaguya. Setelah itu baru masuk ke Boruto. Dikisahkan Naruto sudah menjadi Hokage. Anaknya Naruto, Boruto setim dengan anaknya Sasuke, Sarada, dan seorang ninja berbakat bernama Mitsuki (anaknya Orochimaru). Mereka bertiga dibawah tanggungjawab Konohamaru sebagai senseinya.
Sementara itu, karena kesibukan Naruto sebagai Hokage, Naruto jadi jarang pulang ke rumah dan lebih sering duduk di kantornya. Semua itu membuat Boruto kesal. Di hari ulang tahun adiknya, Himawari, Boruto mengharapkan kehadiran ayahnya yang super sibuk itu. Ternyata Naruto hadir di tengah ulang tahun adiknya, namun ternyata itu hanyalah bunshin. Boruto marah.
Boruto bertemu Sasuke, kemudian memohon untuk menjadikan dirinya sebagai murid. Sasuke memberi syarat, dia akan menerima Boruto jika sudah menguasai rasengan. Setelah itu Boruto meminta Konohamaru agar segera mengajarinya rasengan.
Boruto dan kawan-kawan mengikuti ujian chunnin. Dibabak satu lawan satu, Boruto ingin menunjukkan kehabatannya di depan ayahnya yang seorang Hokage. Namun, tiba-tiba terjadi serangan mendadak di area pertarungan.
Dan di pertarungan ini, lu bakal disuguhkan pertarungan yang gak biasa. Sebab lu bakal dikasih porsi duel yang lebih banyak dan lebih greget dari movie-movie sebelumnya. Movie ini lumayan lah buat lua yang kangen Naruto yang udah tamat. Kalo lu emang pecinta Naruto. Pokoknya wajib nonton.
Indonesia #KamiTidakTakut. 14 Januari 2016, Jakarta diserang teroris. Serangkaian bom dan baku tembak mewarnai jalan Thamrin, Jakarta, lebih tepatnya di sekitaran pos polisi dan kedai kopi Startbucks. Kejadian yang menewaskan beberapa polisi dan masyrakat sipil ini, menarik perhatian dari jagat sosial media. Para netizen ramai membuat hastag #KamiTidakTakut #JakartaBerani
Selain hastag-hastag yang bermunculan di sosial media, para netizen juga membuat meme-meme lucu yang menyatakan kami tidak takut teroris.
Dosen memberi batas waktu sebelum UTS, KP harus sudah selesai semua. Bagi yang sudah ngumpulin sebelum UTS, maka akan mendapatkan nilai A. Sisanya, yang belum ngumpulin, harapan tertingginya adalah mendapatkan nilai B. Laporan kelompok gue pas UTS, masih stuk di Bab 3.
"Lam gimana ini?" Tanya Biji2, dia mulai resah karena batas waktu ngumpulin KP untuk mendapatkan nilai A sudah habis.
"Yah, mau gimana lagi. Yaudah kerjain aja sisanya." Jawab gue, pasrah-pasrah bodo amat gitu.
Walaupun harapan untuk mendapatkan nilai A telah sirna, gue masih optimis buat ngelarin nih KP. Kabar lainnya dari rekan se-tim kita, si Biji1 jadi sama sekali gak peduli. Gue udah mulai cape ngoceh ngajakin si Biji1 buat ngerjain tugas ini bareng, alasannya dia kerja, gak ada waktu. Sedangkan si Biji2 juga udah mulai males mintain duit ke nih si Biji1. Terakhir si Biji2 minta duit ke Biji1, Biji2 malah diginiin, "Minta duit, emang gue bapak lu!".
Mereka berdua akhirnya bertarung. Chidoriiiiiiiii! Rasengaaaaaaan!
Yaudah, akhirnya gue silent sama si Biji1. Gue dan Biji2 kembali ke medan perang.
Gue dan Biji2 sehabis ngampus dari kampus Viktor, kami langsung ngebut ke perpus Pamulang.
Skip.
KP Bab 3 akhirnya selesai.
"Lam, Lam. Bab 3 mana !? Sini gue mau bimbingan!" Bisik Biji2 yang tiba-tiba kepalanya nongol dari pintu. Saat itu gue lagi ada kelas Komputer Grafik.
Gue langsung memberikan Bab 3 ke Biji2.
Setelah kelas Komputer Grafik usai, gue menghampiri Biji2.
"Gimana? Di acc, gak?" Tanya gue.
"Revisi lagi Lam." Jawab Biji2, sambil mengucek wajahnya, tanda kecewa.
"Emang apanya sih yang kurang?" Gue mengulik.
"Ini nih, penjelasan tentang sistem yang kita pake masih kurang." Jelas Biji2, sambil menunjuk-nunjuk bagian yang salah di Bab 3.
Gue merebut Bab 3 dari tangan Biji2, kemudian menyandarkan diri di tembok. Sambil mengelus-elus dagu, gue meneliti bagian yang salah. "Gimana Lam?" Tanya Biji2. "Baiklah, ayo kita kerjakan!" Gue membalikan badan ke arah lorong depan, dan berjalan keren menuju pintu keluar. Biji2 mengikuti dari belakang.
Di perjalanan merevisi Bab 3, si Biji2 mulai ngilang-ngilang lagi. Akhirnya gue ngelarin Bab 3 ini sendirian. Esoknya di kampus, gue langsung bimbingan ke Dosen. Dan.... Alhamdulillah, acc!
Biji2 menghampiri gue dengan tergopoh-gopoh. "Kenapa lu?" Tanya gue. "Duh, emh, emhsss, gue sakit Lam." Jawab Biji2 dengan suara bindeng, dan beberapa kali mengusap-usap hidungnya. "Eh, gimana Bab 3 udah bimbingan?" Lanjut Biji2, yang ternyata nih anak kuda ngeliat gue pas masuk ruang Dosen. Gue diam sebentar, gue menyilakan tangan di depan dada, "Iya udah acc." Ucap gue.
"ALHAMDULILLAH!! Bagus! Bagus!" Biji2 menepuk-nepuk pundak gue dengan wajah gembira.
Gue... Mengumpulkan cakra, bersiap mengeluarkan jurus chidori biar nih anak mampus kesentrum tangan gue.
Hari itu setelah ngampus, Biji2 ngajakin gue ke kos-kostannya dia di daerah Ciputat. Saat itu gue sama sekali gak mikir kalo gue mau diapa-apain. Dengan kepolosan yang gue miliki, akhirnya gue ikut aja. Dan disinilah masa depan gue hancur, wkwkwkw Sesampainya di kostan, gue diajak makan. Disini gue mulai nyadar dan mulai curiga jangan-jangan si Biji2 adalah seorang kanibalisme. Jadi pertama-tama dia ngajak gue makan, terus pas abis makan otomatis gue kenyang, otomatis juga berat badan gue bertambah. Setelah kenyang, gue dikasih minum, ternyata di minuman itu telah diberi obat tidur cap kencing kuda. Gue akhirnya tertidur. Bangun-bangun badan gue udah diiket, dengan posisi gue lagi telanjang mandi diatas kuali besar dengan air yang mendidih panas.
Gue melihat Biji2 sedang meracik bumbu-bumbu, kemudian Biji2 menyadari kalo gue udah bangun. Dia mendekati gue sambil membawa sebaskom sayuran yang barusan dipotong-potong.
"TOLONG!!!" Jerit gue.
Biji2 menyemplungkan sayuran tersebut kedalam kuali. Beberapa sayuran jatuh mengenai anu gue. Ini syittt sekali kawan.
"DIEM LU!" Gertak Biji2.
Api semakin panas, airnya meletup mengeluarkan gelembung. Gue sudah tidak berdaya. Setelah semuanya matang, gue disajikan diatas meja. Pertama-tama Biji2 memotong kaki gue. Dia menancapkan telapak kaki gue dengan garpu lalu mengemutnya seperti anak SD ngemut permen kaki.
A photo posted by salam lil alamin (@salaminzaghi) on
Hari itu berakhir, dan Bab 4 baru jalan setengah.
Hari-hari berlalu, tugas makin nambah. Tugas yang paling susah adalah bikin program analis menggunakan metode fuzzy mata kuliah Kecerdasan Buatan. Disini kami dituntut untuk menguasai fuzzyfikasi no jutsu.
Beberapa teman gue sudah selesai membuat programnya. Sedangkan gue masih stuk di data yang belum lengkap. Di tugas ini gue mengambil studi kasus tentang dianosa penyakit demam berdarah. Biji1 sudah selesai mengerjakan tugas tersebut, sedangkan Biji2 datanya ketinggalan di rumah.
"Saya tunggu terakhir jam dua belas ya." Kata Dosen.
Gue mondar-mandir cari teman yang bisa ngajarin gue bikin programnya. "Lam, lu udah sampe mana?" Tanya Biji1 yang tiba-tiba nongol di samping gue. "Ini nih, lagi mau buat programnya." Jawab gue sambil nunjuk-nunjuk monitor laptop. Akhirnya gue minta diajarin Biji1.
Gue dan Biji1 serta si Biji2 yang tiba-tiba ngikut dari belakang, menncari kelas kosong buat ngajarin gue. Di sebuah kelas di lantai dua, Biji1 ngajarin gue fuzzyfikasi no jutsu.
"Oke, ini gimana caranya?" Tanya gue sambil nunjuk-nunjuk rumus yang ada di layar laptop.
"Mmm..." Biji1 berfikir.
Gue diem. Biji2 diem.
"Gimana?" Gue mulai geram.
"Mmmm.." Biji1 Masih mikir. Gue gak tau lu sebenarnya mikir beneran apa lagi nahan berak.
"Lu sebenarnya tau gak sih caranya?" Tanya Biji2 mulai gondok juga.
"Anjing, gue lupa, hehehe." Ucap Biji1 sambil nyengir, setelah mikir kayak orang nahan berak.
Gue dan Biji1
GueBiji2Biji1
"BRzzzt,, cip, cip, cip, cip,cip~" "Hwunggggggggg~"
"Maksud lu apa??" Kata gue dan Biji2, kompak. Gue sudah mempersiapkan chidori, tangan gue mengeluarkan listrik. Biji2 sudah siap dengan rasengan.
"Ett,, tunggu.. tungguu..." Biji1 mundur ketakutan sampai badannya menyandar papan tulis.
"HWROYAAA!!!!!"
Biji2 dan Gue
"TIDAAAKKKKK!!!!" Jerit Biji1.
Tiba-tiba... BRAK!
"Woi lu bertiga ngapain?" Kata orang yang tiba-tiba nongol sambil nendang pintu kelas.
Ternyata itu si Helmoy, anak kelas B.
"Nonton bokep lu ya!" Lanjutnya.
Si Helmoy menghampiri kami.
"Ck, eh, Moy, lu tau nggak, ini gimana lagi caranya?" Tanya gue pada Helmoy, sambil nunjuk layar laptop.
"Ohh, coba sini." Helmoy mengambil alih laptop gue.
Beruntung Helmoy ada disini. Akhirnya gue diajarin fuzzyfikasi no jutsu, dan berkat Helmoy program gue kelar. Btw, Programnya seperti ini:
Maybe, bakal gue kembangin lagi
"Tenkyu Moy!" Gue tos-tosan sama si Helmoy.
"Woles Lam." Kata Helmoy.
"Anjing, gue belom lagi." Biji2 mengusap kepalanya. Dia mulai stress.
"Lu minta ajarin Salam noh, dia udah ngerti." Helmoy nunjuk gue.
"Bener lu Lam!?" Biji2 gak percaya.
"Iye udah tenang aja. Yuk temenin gue ke ruang Dosen." Ajak gue.
Kami bertiga meninggalkan Helmoy di kelas. Sesampainya di ruang Dosen, kami tidak mendapati Dosen yang memberi tugas ini. "Yah, dia udah pulang." Kata gue pada Biji1 dan Biji2. "Yee, elu, nih dah jam berapa!?" Biji2 ngomel sambil nunjuk-nunjuk arlojinya yang menunjukan pukul satu siang. "Gimana dong?" Bingung gue. "Besok aja, bareng gue." Kata Biji2. "Yaudah sekarang ke perpus aja yuk ngerjain Bab 4." Ajak gue. "Gue pulang dulu ya, ngambil data gue yang ketinggalan, nanti sekalian ngerjain KP. Lu berdua duluan ke perpus." Kata Biji2. "Jangan lama lu!" Gue melotot. "Iye!" Biji2 langsung ke parkiran.
Sesampainya di perpus, gue dan Biji1 langsung ngerjain Bab 4. Sekitar jam setengah tiga, Biji2 datang. "Eh, eh, bantuin gue dong bikin programnya." Kata Biji2. "Eh, Biji1 bantuin Biji2 tuh." Suruh gue. "Ama lu aja Lam, si Biji1 mah gak bener." Biji2 gak mau dibantuin Biji1. "Yee, ini gue lagi lanjutin program buat Bab 4, si Biji1 kan gak pernah ngerjain, jadi dia gak bakal ngerti alurnya kayak gimana." Jelas gue. Biji1 cuma bisa nyengir. "Yaudah, yaudah, eh, kura bantuin gue lu!" Sewot Biji2 pada Biji1.
"Lu sebenarnya bisa apa enggak sih!?" Sewot Biji2 pada Biji1.
"Lam, Lam, ini begini kan yak, lu sini dulu dah!" Biji1 panik, sebentar lagi mau dimakan Biji2.
"Iya begitu,. Eh, Lu salah!" Gue mengambil alih laptop Biji2.
"Eh, eh, kok gini yak!?!?!?" Gue mendapati banyak yang error.
"Lu berdua pada gak bener nih ngajarin gue, sini-sini! Gue bisa kok sendiri!" Biji2 merebut laptopnya dari gue.
"Lam.. Abis ini bantuin gue ya." Ucap Biji2 dengan nada lemas. Jam sudah menunjukan pukul delapan malam. "Iya, tenang, bentar lagi nih gue kelar." Kata gue. Gerimis rintik menghiasi langit malam kota Tangerang Selatan, membuat suasana makin dingin nan menenangkan. "Hmm, apa gue bbm si Helmoy aja ya." Biji2 menscroll-scroll hapenya. "Iya tuh, mending lu bbm si Helmoy, atau gak ajak aja ketemuan, jam segini mah dia masih berkeliaran." Kata Biji1.
Biji1 sedang mengajari Biji2
Akhirnya si Biji2 menghubungi Helmoy. Helmoy membalas chat dari si Biji2, yang katanya saat ini dia ada di kampus Viktor. "Udah lu samperin sana!" Biji1 menepuk Biji2. "Apa gue samperin aja ya si Helmoy di kampus Viktor. Gimana ya Lam?" Biji2 minta pendapat gue. "Yaudah lu samperin sono, biar cepet selesai. Jadi besok tinggal kumpulin aja." Gue memberi saran.
Akhirnya Biji2 pergi menemui Helmoy di kampus Viktor. Sekitar jam sembilan malam, gue dan Biji1 ngeprint Bab 4.
Pekan selanjutnya, di hari senin. Alhamdulillah, si Biji2 berhasil ngumpulin tugas programnya berbarengan dengan punya gue. Tugas Kecedasan Buatan selesai, akhirnya kami bisa fokus lagi di laporan KP. Sayang seribu sayang, Dosen pembimbing gue susah banget ditemuinnya. Mulai dari chat gak dibales, sampai nanya-nanya ke teman mahasiswa lain, bahkan sampe tiap kelas kami geledah, tetap tidak menemukan beliau.
Sebelumnya mari kita nyalakan kembang api terlebih dahulu untuk merayakan ulang tahun Bumi yang ke 2016.
Wow, emejing!
Gila ya, Bumi makin tua aja. Lu bayangin, sekarang umur bumi tuh udah 2016!?!? Belum lagi ditambah sama SM, SEBELUM MASEHI!!!! JAMAN ES!? JAMAN PURBA!? JAMAN DINOSAURUS!? JAMAN HASHIRAMA VS MADARA!? JAMAN NABI ADAM!?
Mungkin umur beliau yang sebenarnya sudah melampaui juta-an tahun. Kita tidak bisa mengibaratkan Bumi seperti seorang manusia tua yang bahkan umur 100 tahun saja tidak banyak yang benar-benar sehat.
Dengan usia setua itu apakah Bumi bisa sakit seperti manusia tua yang hidup lebih dari 100 tahun?
Jawabannya, IYA!
Alam banyak yang rusak, pengundulan dan pembakaran hutan liar, limbah dimana-mana, pencemaran udara oleh polusi, buang sampah sembarangan, tai kuda berserakan di jalanan, dan masih banyak lainnya.
Siapa pelakunya!? Siapa tersangkanya!??
KITA!
Kita melakukannya dengan sadar. Kita menggunakan nafsu yang serakah untuk mengeruk itu semua. Kita melakukannya demi uang.
Tidak jarang Bumi marah dengan kita. Gunung-gunung meletus, gempa-gempa menggoyahkan kota, tsunami menerjang kota dengan ketinggian yang bisa melibihi Monas, longsor yang mengubur desa, angin topan yang menghancurkan ladang hingga sapi ikutan terbang, dan masih banyak lagi.
Sampai kapan kita mau seperti itu. Bukankah suatu saat nanti kamu dan aku akan menikah kemudian mempunyai anak. Kamu pasti tidak mau kan melihat anak kita kesusahan menghirup nafas akibat polusi yang makin akut. Kamu pasti tidak mau kan kalau nanti anak kita kesehatannya terganggu akibat memakan ikan yang terkontaminasi oleh limbah. Kamu pasti tidak mau kan kalau anak kita kepanasan lalu ingin berteduh tetapi tidak ada pohon yang memberi kesejukan. Dan kamu pasti tidak mau kan kalau anak kita sedang bermain bersama temannya lalu jatuh akibat terpeleset tai kuda yang berserakan di jalanan.
Pikirkan itu baik-baik.
Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kemungkinan terburuk yang terjadi di masa depan?
Kita belum terlambat.
Kita bisa memulainya dengan melakukan hal-hal baik di lingkungan sekitar. Kita bisa menanam pohon, menggunakan sepeda daripada motor atau kendaraan mesin lainnya untuk ke kantor atau ke sekolah, membuang sampah sembarangan, membersihkan sungai, memberikan popok kepada kuda delman supaya tidak berak di jalanan lagi, dan masih banyak hal-hal positif yang bisa kita lakukan untuk membuat Bumi kita menjadi tempat yang nyaman untuk di huni.
Semoga di tahun 2016 kita semua semakin sadar untuk merawat dan menjaga Bumi menjadi tempat yang nyaman dan layak untuk di huni oleh generasi selanjutnya, yaitu anak dan cucu kita.