Natal kemarin(25/12) gue bersama anak Blogger Jabodetabek ngadain meet up di rumah Karin. Setelah selesai solat Jum'at, gue bersiap untuk on the way. Kegalauan sempat menghampiri gue, "yang enak ke rumah Karin naik motor apa naik kereta, yak?" Batin gue. Gue bingung. Gue galau. Rumah Karin tidak jauh dari stasiun Serpong, sedangkan rumah gue berada di Pamulang. Pamulang ke Serpong gak begitu jauh, naik motor juga sampe gak butuh waktu lama. Di sisi lain, gue udah lama banget gak naik kereta, kangen aja gitu main sama anak punk, mabok lem, tiduran di rel jadi anak kereta.
Gue memanaskan motor, kemudian menjalankannya. Masih galau antara langsung ke rumah Karin atau markirin nih motor ke stasiun kemudian naik kereta. Ketemu pertigaan, kegalauan ini makin menjadi, sebab kalo gue belok kanan itu ke stasiun, ke kiri langsung ke Serpong. Akhirnya dengan segala tekad yang gue punya saat itu, gue memilih belok ke kanan, arah stasiun.
Sudah jalan sekitar seratus meter dari pertigaan tadi, kok gue ngerasa malah nambah jauh yak. Kayaknya lebih efektif langsung ke Serpong aja deh, daripada gue naro motor di stasiun baru naik kereta. Akhirnya gue muter balik.
Sekitar tiga puluh menit kemudian, akhirnya gue sampai stasiun Serpong. Cuaca siang menjelang sore itu, lumayan panas. Gue mengecek grup chat di Whatsapp. Nurri sudah sampai di stasiun Tanah Abang.
Gak lama, Karin jemput gue di stasiun. Sementara itu, si Sabil baru mau on the way dari planet Bekasi :P hehe. Yoga? Ini bocah masih muter-muter gak jelas di BSD.
Lumayan ribet jelasin lokasi ke si Yoga, pokoknya harus bener-bener rinci, salah dikit, nih anak bisa nyasar ke Bogor. Akhirnya Yoga berhasil ditemukan. Yoga langsung berucap syukur.
Kemudian Karin mengajak gue dan Yoga untuk beristirahat di rumahnya. Sesampainya di rumah Karin, si Yoga masih ngedumel tentang dia nyasar barusan. Gue dan Karin ngakak mendengar ceritanya.
Tiga puluh menit kemudian, si Nurri ngechat Karin, dia bilang, dia sudah sampai stasiun Serpong. Karin langsung menjemput Nurri di stasiun. Gak sampai sepuluh menit, Karin kembali bersama Nurri. Sekitar empat puluh lima menit kemudian, Karin menjemput Sabil di stasiun.
Kopdar akhir tahun Blogger Jabodetabek, dimulai
(walaupun cuma lima biji: Gue, Karin, Yoga, Nurri, dan Sabil)
(walaupun cuma lima biji: Gue, Karin, Yoga, Nurri, dan Sabil)
Seperti yang telah dilakukan oleh nenek moyang kita saat berperang melawan Belanda, yang harus dilakukan pertama kali ketika kopdar adalah makan-makan. Ritual ini sangat sakral, jika kita melanggar, maka kita akan terkena kutukan kelaparan. Lu gak mau kelaperan, kan?
![]() |
| Karin, Nurri, Sabil, Gue, Yoga |
![]() |
| Lihatlah, betapa beringasnya kami |
Setelah selesai makan-makan, kami semua duduk-duduk di teras depan. Karin bilang di daerah sini ada tempat yang sangat cakep banget buat foto-foto, namanya AEON Mall. Gue sendiri udah sering banget ngeliat teman-teman gue pada foto disana. Entah itu di BBM atau di Instagram, pokoknya rame banget. Bahkan ada yang mendeklarasikan kalo lu udah menginjakan kaki dan selfie di AEON Mall, lu udah resmi jadi anak gaul Tangsel. Begitu.
Akhirnya, fix. Habis Magrib, mau ngalay ke sana.
Setelah solat Magrib, kami pun on the way menuju AEON Mall.
Sesampainya di sana...
![]() |
| selfie dikit, cekrek! |
![]() |
| selfie lagi, cekrek! |
![]() |
| sekali lagi, cekrek! |
Keren nih Mall, di tengah Mall ada tempat bocah main basah-basahan. Jadi dari lantainya keluar air mancur, nah yang bikin kerennya itu, air mancurnya keluar warna gitu. Ya, begitulah.
![]() |
| Kayak gini |
![]() |
| selfie di tengah bocah main air, cekrek! |
Habis itu, kami ke tempat yang banyak di bicarakan orang. Yeah, tempat orang-orang mesum kalau foto di situ, pasti mereka akan tahu kalau itu ada di AEON Mall. Namanya Sakura Park.
Jadi di Sakura Park itu, tamannya dikelilingi oleh lampu-lampu kecil gitu. Rumputnya seperti mengeluarkan cahaya.
Berikut aksi alay kami:
Setelah puas foto sana-sini, kami menuju parkiran, dan.. Pulang. Namun, na'as sebuah insiden yang sangat merepotkan terjadi. Motor gue mogok di tengah jalan.
Dan cewek yang tidak beruntung yang gue goncengin itu adalah Nurri.
"Eh, eh kok berhenti?" Tanya Nurri, penuh keheranan.
"Bentar deh." Gue menyela motor, namun tidak hidup-hidup.
Akhirnya Nurri gue suruh turun dulu. Kalo dia tetep duduk, yang ada gue malah encok ngedorong motor yang masih ada orangnya. Gue mendorong motor sampai ke tepi. Gue menstandar-duakan motor, kemudian kembali menyela. Nyela disini bukan berarti gue ngata-ngatain motor gue yak. Yah, gue harap lu tau lah apa yang gue maksud nyela motor.
Asu. Gak nyala-nyala.
"Nur, sorry banget nih, gue jadi gak enak sama lu." Kata gue, benar-benar gak enak.
"Ahh, gak papa kok, gak papa." Nurri mencoba mengerti.
"Padahal kan lu mau pulang, gue takut lu ketinggalan kereta." Gue benar-benar menyesal.
"Uhhh, gak papa kok, gak papa." Nurri berusaha menenangkan gue.
Gue membuka jok, kemudian gue menyalakan senter dari hape gue, lalu mengarahkannya ke lubang bensin. Walaupun sudah pakai senter ,tetap gak keliatan. Motor gue goyangkan berkali-kali, merasakan apakah masih ada bensinnya atau tidak. Gue tidak merasakan apapun.
"Gimana Lam?" Tanya Nurri.
Gue menggelengkan kepala.
"Yaudah sabar. Tenang dulu." Nurri kembali menenangkan gue.
Gue jadi tambah super gak enak sama Nurri.
Nurri kemudian menelepon Karin. Lewat telepon, Nurri menceritakan apa yang terjadi.
"Lam, nanti si Karin kesini, dia bawa bensin." Ucap Nurri setelah menutup telepon.
"Hah!?" Gue cuma bisa mangap.
Alhamdulillah.
Sambil menunggu Karin, gue kembali menyela motor.
"Udehhh, tunggu ajaa." Nurri memandang gue dengan pandangan percuma.
"Hehehe, iyadeh." Gue menyetop aksi menyela motor.
"Nur.." Kata gue.
"Apa?" Tanya Nurri.
"Asli, gue gak enak..." Gue belum selesai ngomong, langsung dipotong Nurri.
"IYE UDAH SIHH.."
Kemudian kita berdua diem-dieman. Orang yang lewat melihat kita seperti dua alay yang sedang marah-marahan.
Akhirnya Karin datang, di belakangnya, Yoga mengekor. Sabil sudah pulang duluan di antar Karin ke stasiun.
"Wahhhh kok bisa keabisan bensin sih?" Kata Karin sambil memberi botol berisikan bensin.
"Iya gue pikir tadi bakaln cukup, tapi ternyata hahaha" Ngakak gue sambil membuka tutup bensin, kemudian menuangkan bensin tersebut.
Masalah selesai. Motor gue kembali mengaung. Dan kami kembali melanjutkan perjalanan. Sebelum nganterin Nurri ke stasiun, kami mampir dulu ke mekdi, ngademin otak hehehe.
Setelah dari mekdi, kami mengantarkan Nurri ke stasiun Serpong. Di sana, gue berpisah juga dengan Karin, sementara Yoga ikut gue pulang. Takut nyasar lagi dia. Sepanjang perjalanan, Yoga buntutin gue, udah kayak mau begal gue. Namun peristiwa kampreto kembali terulang. Kami nyasar. Masuk BSD, Gue main asal masuk komplek yang entah itu komplek apaan.
"Lam, ini bener?" Tanya Yoga, yang mulai merasa aneh.
"Iye beneerrr" Jawab gue, sebenarnya gue gak tahu ini ada dimana.
Kami kembali berjalan lurus.
Dan...
"Yog! Yog! Puter balik!" Jerit gue. Yoga puter balik.
Kok, gue jadi ketularan Yoga, jadi nyasar gini.
Gue bertanya sama satpam arah jalan pulang. Satpam memberi tahu arah tersebut, walaupun sebelumnya gue sempat diomelin gara-gara masuk ke komplek dia tanpa nanya apa-apa. Benar kata pepatah, malu bertanya dimarahin pak satpam.
"Lu gimana sih, Lam. Katanya tau!" Yoga ngomel.
"Iye, iye sorry. Gelep abisan jalannya." Gue ngerasa gak enak sama Yoga.
Akhirnya kami menemukan jalan yang benar. Dan kami bertobat. Ini apaan sih!??
Yah, begitulah hari yang kami lalui. Oya, gue baru tahu ternyata AEON Mall itu bukan di Tangsel, tapi udah masuk Kabupaten Tangerang karena letaknya di kecamatan Cisauk. Wahhh, yaudahlah lagipula yang nongkrong disitu kebanyakan alay Tangsel hehehe.
Sekarang akhirnya kami resmi jadi anak gaul tangsel. Entah ini sebenarnya gaul apa alay.
Thank's To:
Karin: karinara.blogspot.co.id
Sabil: nasalsabila.blogspot.co.id
Nurri: nurlianasyaf.com
Yoga: yoggaas.com
*Story kopdar lainnya: Kumpul Blogger JABODETABEK di Ragunan
Ditunggu storynya di blog kalian~
Jadi di Sakura Park itu, tamannya dikelilingi oleh lampu-lampu kecil gitu. Rumputnya seperti mengeluarkan cahaya.
![]() |
| Kayak gini |
Berikut aksi alay kami:
Setelah puas foto sana-sini, kami menuju parkiran, dan.. Pulang. Namun, na'as sebuah insiden yang sangat merepotkan terjadi. Motor gue mogok di tengah jalan.
Dan cewek yang tidak beruntung yang gue goncengin itu adalah Nurri."Eh, eh kok berhenti?" Tanya Nurri, penuh keheranan.
"Bentar deh." Gue menyela motor, namun tidak hidup-hidup.
Akhirnya Nurri gue suruh turun dulu. Kalo dia tetep duduk, yang ada gue malah encok ngedorong motor yang masih ada orangnya. Gue mendorong motor sampai ke tepi. Gue menstandar-duakan motor, kemudian kembali menyela. Nyela disini bukan berarti gue ngata-ngatain motor gue yak. Yah, gue harap lu tau lah apa yang gue maksud nyela motor.
Asu. Gak nyala-nyala.
"Nur, sorry banget nih, gue jadi gak enak sama lu." Kata gue, benar-benar gak enak.
"Ahh, gak papa kok, gak papa." Nurri mencoba mengerti.
"Padahal kan lu mau pulang, gue takut lu ketinggalan kereta." Gue benar-benar menyesal.
"Uhhh, gak papa kok, gak papa." Nurri berusaha menenangkan gue.
Gue membuka jok, kemudian gue menyalakan senter dari hape gue, lalu mengarahkannya ke lubang bensin. Walaupun sudah pakai senter ,tetap gak keliatan. Motor gue goyangkan berkali-kali, merasakan apakah masih ada bensinnya atau tidak. Gue tidak merasakan apapun.
"Gimana Lam?" Tanya Nurri.
Gue menggelengkan kepala.
"Yaudah sabar. Tenang dulu." Nurri kembali menenangkan gue.
Gue jadi tambah super gak enak sama Nurri.
Nurri kemudian menelepon Karin. Lewat telepon, Nurri menceritakan apa yang terjadi.
"Lam, nanti si Karin kesini, dia bawa bensin." Ucap Nurri setelah menutup telepon.
"Hah!?" Gue cuma bisa mangap.
Alhamdulillah.

Sambil menunggu Karin, gue kembali menyela motor.
"Udehhh, tunggu ajaa." Nurri memandang gue dengan pandangan percuma.
"Hehehe, iyadeh." Gue menyetop aksi menyela motor.
"Nur.." Kata gue.
"Apa?" Tanya Nurri.
"Asli, gue gak enak..." Gue belum selesai ngomong, langsung dipotong Nurri.
"IYE UDAH SIHH.."
Kemudian kita berdua diem-dieman. Orang yang lewat melihat kita seperti dua alay yang sedang marah-marahan.
Akhirnya Karin datang, di belakangnya, Yoga mengekor. Sabil sudah pulang duluan di antar Karin ke stasiun.
"Wahhhh kok bisa keabisan bensin sih?" Kata Karin sambil memberi botol berisikan bensin.
"Iya gue pikir tadi bakaln cukup, tapi ternyata hahaha" Ngakak gue sambil membuka tutup bensin, kemudian menuangkan bensin tersebut.
Masalah selesai. Motor gue kembali mengaung. Dan kami kembali melanjutkan perjalanan. Sebelum nganterin Nurri ke stasiun, kami mampir dulu ke mekdi, ngademin otak hehehe.
Setelah dari mekdi, kami mengantarkan Nurri ke stasiun Serpong. Di sana, gue berpisah juga dengan Karin, sementara Yoga ikut gue pulang. Takut nyasar lagi dia. Sepanjang perjalanan, Yoga buntutin gue, udah kayak mau begal gue. Namun peristiwa kampreto kembali terulang. Kami nyasar. Masuk BSD, Gue main asal masuk komplek yang entah itu komplek apaan.
"Lam, ini bener?" Tanya Yoga, yang mulai merasa aneh.
"Iye beneerrr" Jawab gue, sebenarnya gue gak tahu ini ada dimana.
Kami kembali berjalan lurus.
Dan...
"Yog! Yog! Puter balik!" Jerit gue. Yoga puter balik.
Kok, gue jadi ketularan Yoga, jadi nyasar gini.
Gue bertanya sama satpam arah jalan pulang. Satpam memberi tahu arah tersebut, walaupun sebelumnya gue sempat diomelin gara-gara masuk ke komplek dia tanpa nanya apa-apa. Benar kata pepatah, malu bertanya dimarahin pak satpam.
"Lu gimana sih, Lam. Katanya tau!" Yoga ngomel.
"Iye, iye sorry. Gelep abisan jalannya." Gue ngerasa gak enak sama Yoga.
Akhirnya kami menemukan jalan yang benar. Dan kami bertobat. Ini apaan sih!??
Yah, begitulah hari yang kami lalui. Oya, gue baru tahu ternyata AEON Mall itu bukan di Tangsel, tapi udah masuk Kabupaten Tangerang karena letaknya di kecamatan Cisauk. Wahhh, yaudahlah lagipula yang nongkrong disitu kebanyakan alay Tangsel hehehe.
Sekarang akhirnya kami resmi jadi anak gaul tangsel. Entah ini sebenarnya gaul apa alay.

Thank's To:
Karin: karinara.blogspot.co.id
Sabil: nasalsabila.blogspot.co.id
Nurri: nurlianasyaf.com
Yoga: yoggaas.com
*Story kopdar lainnya: Kumpul Blogger JABODETABEK di Ragunan
Ditunggu storynya di blog kalian~
















































