Sinopsis:
Gunawan memiliki seorang istri, Itje, dan dua anak kecil: Satya dan Cakra. Hidup mereka berubah ketika Gunawan tahu hanya memiliki satu tahun lagi untuk hidup. Gunawan memutuskan, kematian tak boleh membatasinya dari menyayangi kedua anak. Ia membuat banyak rekaman berisikan pesan-pesan untuk kedua anaknya. Setelah Gunawan berpulang, Itje, sang istri memutuskan agar kedua anak dapat bertemu sang bapak satu kali seminggu, setiap hari Sabtu.
Kehidupan Itje, Satya dan Cakra, berlanjut. Satya sudah beristri, Rissa, tiga anak laki. Satya bekerja sebagai tenaga offshore di lepas pantai Denmark. Cakra (30) menjadi deputi direktur di sebuah bank asing di Jakarta dan masih menjomblo. Itje, tetap sendiri menjalankan bisnis warung makannya di Bandung.
Mengikuti pesan sang bapak, Satya terlalu kaku dengan pemikirannya dan berjarak dengan sang istri. Mengikuti pesan sang bapak, Cakra fokus bertahun-tahun menyiapkan materi sehingga lupa bahwa menyiapkan diri untuk mencari pasangan. Itje menyimpan sebuah rahasia, dan tidak ingin kedua anaknya tahu. Sewaktu kecil, mereka tidak menyusahkan Itje, Sekarang, Itje tidak ingin menyusahkan mereka.
Pemeran:
Abimana Aryasatya sebagai Gunawan GarnidaIra Wibowo sebagai Itje
Arifin Putra sebagai Satya
Deva Mahenra sebagai Cakra
Acha Septriasa sebagai Rissa
Sheila Dara Aisha sebagai Ayu
Ernest Prakasa sebagai Firman
Jennifer Arnelita sebagai Wati
Rendy Kjaernett sebagai Salman
Review:
Jadi film ini adalah adaptasi dari novel bestseller Adithya Mulya yang berjudul Sabtu Bersama Bapak. Gue belum baca bukunya, tapi kata temen-temen gue (yang udah baca bukunya) buku ini tuh bagus banget, storynya menarik, inspiratif, dan bikin sedih gitu. Waw, gue penasaran dung. Yaudah karena filmnya udah keluar, mending langsung nonton filmnya aja!
Di awal film ini langsung menyuguhkan kesedihan, dimana pak Gunawan (Abimana Aryasatya) mendapat surat dari rumah sakit tentang penyakitnya yang membuat dia gak lama lagi akan tutup usia. Istrinya (Ira Wibowo) sedih mendengar apa yang dikatakan suaminya tentang surat itu. Terus mereka peluk-pelukan.
Pak Gunawan masih belum bisa melepas kedua anaknya yang masih kecil. Baginya, kedua anaknya, Satya (Arifin Putra) dan Cakra (Deva Mahenra) masih butuh bimbingan dalam menjalani hidup. Namun, karena usianya yang sudah tak lama lagi, pak Gunawan membuat rekaman berisi pesan-pesan yang nantinya akan membantu kedua anaknya dalam menyelesaikan permasalahan hidup mereka masing-masing.
![]() |
| Sedih gengs, bapak mau pergi ಥ_ಥ |
Kemudian... Pak Gunawan meninggal



Setiap hari sabtu bu Itje memutarkan video rekaman suaminya untuk anaknya, Satya dan Cakra. Di setiap akhir video pak Gunawan berkata, "Kita ketemu lagi ya anak-anak, setiap hari sabtu". Ternyata ada alasannya gengs, kenapa pak Gunawan milih hari sabtu. Supaya anaknya bisa fokus belajar di hari biasa, dan biar gak keluyuran pas malam minggu hehehe.
Satya sudah mempunyai istri bernama Rissa (Acha Septriasa), dan dikaruniai dua anak laki-laki. Satya bekerja sebagai tenaga offshore di lepas pantai Denmark. Cakra menjadi deputi direktur di sebuah bank asing di Jakarta dan masih menjomblo. Itje, tetap sendiri menjalankan bisnis warung makannya di Bandung.
Di film ini gak cuma ada sedihnya, gengs. Tapi ada kocaknya juga! Kekocakan ini terjadi di bagian si Cakra yang dibully terus sama anak buahnya gara-gara dia masih jomblo, padahal umurnya udah 30! Kurang lebih dialognya seperti ini:
"Pagi, Pak Cakra."
"Pagi, Wati." Cakra membalas sapa salah satu sales yang duduk tidak jauh dari ruang kantornya.
"Udah sarapan, Pak?"
"Udah, Wati."
"Udah punya pacar, Pak?"
"Diam kamu, Wati." Cakra masuk ke dalam ruangannya dan menyalakan laptop.
"Pagi, Pak," sapa Firman di depan pintu. Dia adalah bawahannya yang lain.
"Pagi. Firman."
"Pak, mau ngingetin dua hal aja, Bapak ada induksi untuk pukul 9 nanti di ruang meeting."
"Oh, iya. Thanks. Satu lagi apa?"
"Mau nginggetin aja, Bapak masih jomblo."
"Enyah, kamu."



Lalu, di kantor Cakra ada anak baru namanya Ayu (Sheila Dara Aisha) dan si Cakra naksir. Cakra di dorong oleh bawahannya Firman, dan Wati untuk memulai pdkt. Cakra menghampiri meja kerja Ayu untuk mengajaknya makan siang. Ketika ingin mengatakan, "Ayu, aku mau ajak kamu makan siang" malah jadi, "Ayu, aku mau makan kamu siang-siang" wkwkwk. Saking groginya si Cakra, ngomong sampe belibet gitu hahaha.
Di sini gue ngakak salto, gengs

Selain itu, Satya dipusingkan oleh keluarganya. Istrinya kabur setelah Satya memarahinya gara-gara anaknya hilang. Saat Satya sedang bimbang oleh masalahnya, tiba-tiba pak Gunawan muncul di hadapannya. Tenang gengs, pak Gunawan bukan di edo tensei sama Orochimaru, tapi ini cuma imagine-nya Satya.
Di imagine-nya Satya, pak Gunawan dan Satya berdebat. Di sini ane dag-dig-dug, gengs. Nguras emosi banget. Akhirnya Satya mendapatkan pencerahan dari sang bapak. Kemudian Satya mencari istrinya untuk diajak tinggal kembali.
Film ini bagus gengs, sangat mengispirasi. Saking mengispirasinya, banyak quote-quote yang keren banget untuk dijadiin bahan status di Facebook, seperti "menjalin hubungan itu butuh dua orang yang kuat. itu adalah tanggung jawab masing-masing".
Buat lu yang bentar lagi mau jadi bapak, buat lu yang kangen sama bapak (gue kangen banget gengs, sama bapak gue ಥ_ಥ), Buat lu yang lagi galau sama keluarga, buat lu yang lagi butuh motivasi, Buat lu yang cari bahan status facebook, tonton film ini!

Btw, ini trailernya





